Teknik Investigasi Fraud Berbasis NLP

TEKNIK INVESTIGASI FRAUD BERBASIS NLP

[S093]

WAKTU

10 – 12 Juli 2013
28 – 30 Agustus 2013
18 – 20 September 2013
23 – 25 Oktober 2013
21 – 23 November 2013
11 – 13 Desember 2013

TEMPAT

Hotel Harris Jakarta

INVESTASI

1. Rp 5.750.000/peserta (bayar penuh) atau
2. Rp 5.500.000/peserta (early bird, yang membayar 1 minggu sebelum training) atau
3. Rp 5.250.000/peserta (peserta bergroup yang terdiri dari 3 peserta atau lebih dari 1 perusahaan yang sama)

FASILITAS UNTUK PESERTA :
1. Modul Training
2. Flashdisk berisi materi training
3. Sertifikat
4. ATK: NoteBook dan Ballpoint
5. Jaket atau rompi atau T-Shirt
6. Ransel
7. Foto Training
8. Ruang Training dengan fasilitas Full AC dan multimedia
9. Makan siang dan 2 kali coffeebreak
10. Instruktur yang Qualified
11. Transportasi untuk peserta dari hotel penginapan ke hotel tempat training – PP (jika peserta minimal dari satu perusahaan ada 4 peserta)

INSTRUCTOR

HARYOKO R. WIRJOSOETOMO, adalah seorang yang memiliki kompetensi di bidang Security & Safety Lead Auditor, beliau alumnus dari Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), selama lebih dari 15 tahun terakhir beliau menggeluti dunia risk management. Untuk meningkatkan kemampuannya beliau telah mengikuti berbagai pelatihan dan workshop mengenai operational risk management, corporate security & business intelligence baik di dalam maupun luar negeri. Salah satu keahliannya yang terbilang langka adalah mampu mengintegrasikan security risk management & safety risk management dalam satu sistem, sehingga efisien dalam investasi dan penggunaan sumberdaya. Beliau memiliki beberapa sertifikasi seperti :
1. Auditor OHSAS 18001, diterbitkan oleh International Register of Certificated
Auditors (IRCA) London, Inggris.
2. Licenced NLPTM Practitioners, diterbitkan oleh The Society of Neuro Linguistic Programming, Florida, Amerika Serikat.
3. Fasilitator Nasional, Pandemic Preparedness Workshop, Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (Komnas FBPI) dan Unicef Indonesia.
4. Hypnotherapist, diterbitkan oleh Indonesian Board of Hypnotherapy.

Area kompetensi beliau adalah sbb:
1. Security risk management,
2. safety risk management,
3. terrorism risk management,
4. fraud risk management,
5. business intelligence,
6. disaster risk management dan
7. pandemic preparedness.

Beliau sudah berpengalaman dalam bidang kompetensinya dalam hal menangani banyak proyek-proyek yang berkaitan dengan kompetensinya tersebut dan telah memberikan banyak training/pelatihan kepada banyak perusahaan di Indonesia.

DESKRIPSI

FRAUD – menurut Oxford Dictionary : “is criminal deception; the use of false representations to gain an unjust advantage” – adalah ancaman yang sangat serius bagi perusahaan modern. Penyakit termaksud dapat menimpa perusahaan apapun tanpa memperdulikan skala bisnisnya. Berbeda dengan varian pendahulunya, dewasa ini corporate fraud telah bermetamorfosis dalam berbagai bentuk dengan modus yang kian canggih dan halus. Ada dua kata kunci untuk menjelaskan fenomena fraud, yakni sistem dan moral hazard. Dalam pengoperasian seluruh lini manajemennya, sebuah perusahaan pasti bersandar pada sebuah sistem yang terdiri dari :
1. Organisasi, dimana didalamnya terdapat posisi (jabatan), tugas, kewenangan dan tanggungjawab.
2. Kebijakan, SOP dan Peraturan, semisal kebijakan keselamatan kerja, SOP Purchasing atau Peraturan lembur.
3. Alat Kerja, semisal mesin kantor, mesin produksi, formulir-formulir, kendaraan.
Ketiga unsur dalam sistem di atas berinteraksi dinamis dengan manusia sebagai
elemen utamanya. Disini fraud potensial terjadi jika:
1. Seseorang memiliki posisi, otoritas dan technical knowledge untuk melakukan aksi fraud.
2. Dalam Kebijakan, SOP atau Peraturan terdapat celah-celah yang memungkinkan terjadinya fraud.
3. Adanya alat kerja yang dapat disiasati.
Tampak jelas bahwa fraud adalah kecurangan sistematis terhadap system perusahaan. Pertanyaan menarik yang mengikutinya adalah; mengapa ada karyawan yang kendati jabatannya tinggi, kekuasaannya besar dengan sistem yang longgar dan memiliki peluang besar untuk memanipulasi alat-alat kerja – namun tidak melakukan fraud?. Jawabnya ada pada satu kata : moral hazard (bahaya moral). Unsur moral hazard akan muncul apabila kebutuhan finansial karyawan ybs. Jauh lebih tinggi dari penghasilan yang diperolehnya. Ia tidak akan mampu menutup kekurangannya kecuali dengan melakukan kecurangan terhadap perusahaan. Mencegah timbulnya fraud dalam perusahaan bukan perkara mudah. Dibutuhkan sumberdaya manusia yang cakap, tangguh dan sangat memahami bahwa fraud bukanlah sekedar masalah human error atau kealpaan seseorang; namun merupakan tindakan kriminal yang direncanakan dengan seksama oleh pelakunya. Merujuk kepada fakta di atas, salah satu tindakan yang tepat untuk menghadapinya adalah membekali personil terkait dengan kemampuan dan kecakapan khusus; sehingga menimbulkan efek deterrence (penggentar) bagi orang yang berniat mencobanya.

TUJUAN TRAINING :
Setelah mengikuti training ini, peserta ditargetkan :
1. Memahami bahwa fraud merupakan bahaya latent yang mengancam setiap perusahaan tanpa kecuali.
2. Memahami peran kontrol internal dalam mengelola ancaman fraud.
3. Memahami anatomi fraud.
4. Mampu melakukan vulnerability assessment organisasi terhadap ancaman fraud dan mengambil langkah perbaikan.
5. Mampu merekonstruksi skenario desepsi/kebohongan yang terjadi.
6. Mampu mendesain wawancara investigasi berbasis NLP
7. Mampu melakukan wawancara investigasi berbasis NLP
8. Mampu mengenali berbagai bentuk pola kalimat yang digunakan untuk mengaburkan permasalahan dan mengcounternya.
9. Mampu mengembangkan pertanyaan-pertanyaan yang bersahabat namun secara bawah sadar, sangat menekan subyek wawancara.
10. Mampu mengidentifikasi desepsi/kebohongan.

CAKUPAN MATERI TRAINING :
1. Introduksi : Keamanan Korporat dan Fraud
2. Pengendalian Internal dan Fraud
3. Anatomi Fraud
4. Vulnerability Assessment
5. Penanganan Dokumen
6. Teknik Mengidentifikasi Desepsi Fraudster
7. Persiapan Wawancara Investigasi
8. Wawancara Investigasi Berbasis NLP

KOMPOSISI MATERI TRAINING :
Terdiri dari 60% teori dan 40% praktek.

METODE TRAINING :
1. Paparan materi
2. Pemutaran film
3. Diskusi interaktif
4. Praktek

SIAPA SEBAIKNYA MENGHADIRI TRAINING INI?
Security Manager, HR&GA Manager, Legal Manager, Risk Management Manager, Personnel Manager, Internal Auditor, Internal Control dan personil lain yang terkait dengan penanganan fraud dalam perusahaan.

INFORMASI PENDAFTARAN

ISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Share

Comments are closed.

Post Navigation

Share