Tag Archives: Seventh Grace

Technical Report Writing & Presentation Skills

Technical Report Writing & Presentation Skills

[S110]

14-15 December 2015

TEMPAT

Hotel Harris Tebet Jakarta

Tersedia program In-House Training. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

INVESTASI

Rp.4,500,000,
Rp.8,100,000, Registrasi 2 Peserta (Excluding PPN)

Including: Course Material: hard copy, soft copy & flash disc, Free Wi-Fi, Certificate, Lunch & Coffee Break, Souvenir & Door Prize

FASILITATOR

Desmon Ginting

Desmon Ginting telah berada di Dunia Kerja selama lebih dari 21 tahun. Di era tahun 90-an hingga akhir tahun 2000 berkecimpung di dunia Perbankan dan Pasar Modal. Sejak awal tahun 2001, terjun di arena Perubahan Perilaku dan Peningkatan Produktivitas dengan fungsi utama sebagai Business Developer, Account Executive dan Liaison Officer. Peranan ini membawanya berinteraksi dan berkomunikasi dengan beragam kalangan dari berbagai organisasi dan industri, mulai dari manajemen puncak hingga manajemen lini pertama.

Beliau menyelesaikan pendidikan S1 (Ir.) Industrial Engineering di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1989. Kemudian, atas dasar beasiswa penuh yang diterima, Postgraduate Diploma in Banking pada tahun 1994 dan S2 (M.Tech.) Manufacturing and Industrial Technology di Massey University, New Zealand, pada tahun 1996. Sejak tahun 2011, beliau aktif sebagai Trainer & Coach.

DESKRIPSI

Keterampilan untuk menerjemahkan ide, gagasan atau hasil kerja secera professional memerlukan kemampuan pelaporan dan presentasi yang baik, agar informasi yang disampaikan tepat sasaran.

Temuan, analisis, kesimpulan dan rekomendasi yang didokumentasikan dengan baik serta mudah dicerna oleh clients atau rekan kerja akan menghemat waktu dan tenaga.

Untuk itu, penyampaian laporan memerlukan teknik presentasi yang tepat agar sesuai dengan apa yang diharapkan oleh client, rekan kerja, maupun pihak-pihak terkait yang memerlukan.

Objective

Dengan mengikuti pelatihan ini Anda diharapkan akan:

Memahami bagaimana teknik merencanakan dan menyusun laporan serta menerapkan alat pemetaan (pikiran dasar) untuk menerjemahkan ide-ide menjadi dokumen tertulis yang efektif.
Menggunakan Bahasa yang sesuai dengan Bahasa pembaca untuk mencapai pemahaman yang sama.
Menulis dan memperbaiki dokumen dengan cepat untuk memenuhi batas waktu yang tersedia dan produktivitas yang telah ditentukan.
Teknik menggunakan, mencoba dan menguji untuk memeriksa dan meninjau dokumen lebih efektif.
Mengidentifikasi dan menghindari kegagalan yang umum dilakukan dalam menulis laporan teknis.
Teknik menjual dan presentasi yang lebih efektif dan efisien.

Syllabus

Apakah laporan dan pelaporan itu?
2 alat kerja Supervisor dan Manager
Mengapa perlu mempersiapkan dan menyampaikan Laporan?
Tujuan Penyampaian Laporan
Pentingnya Penulisan Laporan Teknis
Characteristics of Effective Technical Writing
Elements of Technical Report Writing
Ciri-ciri Laporan yang baik
Basic Technical Overview
Professionalism and Ethnics in Reporting
Knowing your Audience
Outline writing
Report Writing (Rigid Structure)
Tips on Technical Report Writing
5 Keys to Effective Writing
Example format for a technical report on WQM
Presentation Skill
The Engineer Communicator: To use written and oral communication skills to achieve the same level of perceptions
Effective presentation
4 Tipe manusia secara social (4 unique social styles)

INFORMASI PENDAFTARAN
ISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591

INFORMASI TRAINING 2016 | INFORMASI SEMINAR 2016 | JADWAL TRAINING TAHUN 2016 |
INHOUSE TRAINING 2016 | TRAINING INDONESIA 2016 | TRAINING CENTER 2016

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Share

Improving Business Performance Through VSM-Based Lean Thinking

Improving Business Performance Through VSM-Based Lean Thinking

[S110]

19-20 November 2015
17-18 December 2015

TEMPAT

Hotel Harris Tebet Jakarta

Tersedia program In-House Training. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

INVESTASI

Rp.4,500,000,
Rp.8,100,000, Registrasi 2 Peserta (Excluding PPN)

Including: Course Material: hard copy, soft copy & flash disc, Free Wi-Fi, Certificate, Lunch & Coffee Break, Souvenir & Door Prize

FASILITATOR

Desmon Ginting

Desmon Ginting telah berada di Dunia Kerja selama lebih dari 21 tahun. Di era tahun 90-an hingga akhir tahun 2000 berkecimpung di dunia Perbankan dan Pasar Modal. Sejak awal tahun 2001, terjun di arena Perubahan Perilaku dan Peningkatan Produktivitas dengan fungsi utama sebagai Business Developer, Account Executive dan Liaison Officer. Peranan ini membawanya berinteraksi dan berkomunikasi dengan beragam kalangan dari berbagai organisasi dan industri, mulai dari manajemen puncak hingga manajemen lini pertama.

Beliau menyelesaikan pendidikan S1 (Ir.) Industrial Engineering di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1989. Kemudian, atas dasar beasiswa penuh yang diterima, Postgraduate Diploma in Banking pada tahun 1994 dan S2 (M.Tech.) Manufacturing and Industrial Technology di Massey University, New Zealand, pada tahun 1996. Sejak tahun 2011, beliau aktif sebagai Trainer & Coach.

DESKRIPSI

Di tengah-tengah kompetisi yang semakin meningkat & globalisasi yang tak terhindarkan, tidak ada tujuan lain, jika ingin tetap exist, selain setiap perusahaan harus semakin kompetitif, produktif & efektif di dalam memenuhi ekspetasi pelanggan yang semakin meningkat!

Two-Days Workshop ini memberikan SOLUSI untuk mencapai tujuan tersebut.

LEAN THINKING & VALUE STREAM MAPPING

Do you have a Purpose to your organization?
Do you have PEOPLE in your organization?
Do you have PROCESSES that create some types of output or service in your organization?
Do you have PROBLEMS within your organization?

If you answer YES to all the above questions, you can then apply LEAN THINKING.

Lean Thinking berfokus kepada eliminasi pemborosan (waste) yang tidak perlu, sehingga semua proses di dalam sistem, baik itu lini produksi maupun lini pelayanan (service), menambahkan nilai (value) dari perspektif pelanggan.

Lean Thinking adalah seperangkat teknik yang, bila dikombinasikan & diutilisasikan secara optimal, akan memungkinkan perusahaan untuk mengurangi & menghilangkan tujuh pemborosan “TIMWOOD” (Transportation,Inventory, Motion, Waiting, Over Processing, Over Production, Defect). Sistem ini tidak hanya akan membuat perusahaan Anda menjadi lebih ramping, tetapi juga lebih fleksibel, kompetitif & responsif terhadap tuntutan pelanggan.

Ada lima prinsip Lean Thinking: Nilai (Value), Value Stream, Aliran (Flow), Tarik (Pull) dan Kesempurnaan (Perfection).

Sebagaimana didefinisikan oleh pelanggan, NILAI adalah “kemampuan yang diberikan kepada pelanggan pada waktu yang tepat & dengan harga yang tepat”. NILAI adalah titik awal penting untuk berpikir Lean dan hanya dapat didefinisikan oleh pelanggan akhir (end-customers).

VALUE STREAM MAPPING (VSM) didefinisikan sebagai himpunan semua aktivitas yang diperlukan, mulai dari konsep kemudian launching, mulai dari pemesanan lalu pengiriman, dan mulai dari bahan baku hingga produk atau jasa tiba di tangan pelanggan. Dengan kata lain, untuk membuat Value Stream, apa yang terjadi pada setiap langkah produk atau jasa dijabarkan. Ada 3 jenis aktivitas dalam Value Stream: Value Added, dan dua lainnya adalah “MUDA (kata dalam bahasa Jepang untuk pemborosan)”.

FLOW didefinisikan sebagai “pencapaian tugas (tasks) secara progresif sepanjangValue Stream, sehingga produk atau jasa – mulai dari desain ke launching, pemesanan lalu pengiriman, dari bahan baku hingga tiba di tangan pelanggan -mengalir tanpa hambatan atau gangguan.

Tarik (PULL) didefinisikan sebagai “sistem cascading produksi & pengiriman berdasarkan instruksi dari hilir ke hulu, di mana tidak ada yang diproduksi oleh pemasok hulu, sebelum adanya sinyal kebutuhan dari pelanggan hilir.

Prinsip Lean kelima dan terakhir adalah KESEMPURNAAN dan ini didefinisikan sebagai “penghapusan sepenuhnya” MUDA, sehingga semua aktivitas, sepanjangValue Stream, menciptakan nilai! Prinsip kelima ini menjadikan Lean Thinking merupakan proses yang berkesinambungan tanpa akhir.

Two-days Workshop Subject to be Discussed:

Full Exercise of Value Stream Mapping (on A3 papers using pencils & erasers)
Basics of LEAN
Definition & Consequence of WASTE
Identification of TIMWOOD
Value Added & Non-Value Added (VA & NVA)
VA & NVA Exercises
Lean Tools
TAKT TIME, Cellular Cells, Just-in-Time
Push & Pull Systems
Supermarket & KANBAN
Standarized Operations
KAIZEN

INFORMASI PENDAFTARAN
ISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591

INFORMASI TRAINING 2016 | INFORMASI SEMINAR 2016 | JADWAL TRAINING TAHUN 2016 |
INHOUSE TRAINING 2016 | TRAINING INDONESIA 2016 | TRAINING CENTER 2016

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Share

Kaizen in the Office – Membuat Pekerjaan Menjadi Lebih Sederhana, Mudah dan Cepat

[S110]

WAKTU

26-27 October 2015
23-24 November 2015
21-22 December 2015

TEMPAT

Hotel Harris Tebet Jakarta

INVESTASI

IDR 4,500,000/Trainee (Excluding PPN10%)
Disc 10% mendaftar 2 peserta

Including: Module, Flash Disc, Certificates, Souvenir, Door Prize, Lunch & Coffee Break

FASILITATOR

Indro Agung Handoko

Telah berkecimpung di dalam dunia industri lebih dari 20 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture.

Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep Total Preventive Maintenance (TPM) dan Kaizen dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya.

Master di bidang TPM dan Kaizen diperoleh dengan mendapatkan akreditasi International dengan mendapatkan Sertifikat TPM dan Kaizen sampai dengan level Intermediate dari Omron – Jepang.

Project-project yang telah berhasil dijalankan antara lain:

8 group Kaizen dalam rentang tahun 2001 – 2006. Kaizen mampu meningkatkan produktifitas rata-rata 30%.
25 group TPM dalam rentang tahun 2003 – 2006. TPM berhasil menurunkan Break Down Machine rata-rata 25%, bahkan ada yang mencapai 60%.
Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA.
Best Practice Competition yang diselenggarakan Omron Head Quarter di Kyoto-Japan.

DESKRIPSI

Kaizen in the Office – Membuat Pekerjaan Menjadi Lebih Sederhana, Mudah dan Cepat

Ribet, puyeng, capek duluan, ogah-ogahan untuk bertindak itu adalah perasaan yang kita rasakan kalau kita berurusan dengan dokumen. Padahal dokumen adalah bukti diatas kertas yang mau tidak mau harus dibuat, disimpan, dikelola dengan baik dan suatu saat sangat dibutuhkan lagi oleh kita. Dengan tidak terorganisasinya dokumen dengan baik maka proses yang berhubungan dengan data akan menjadi sangat lama, padahal kita sendiri dan tentu saja pelanggan kita sangat tidak mau menerima keadaan “Lama” tersebut.

Kaizen adalah suatu metode yang sudah teruji kehandalannya dalam hal mempersingkat pekerjaan menjadi lebih sederhana, mudah dilaksanakan oleh semua orang dan hasil akhirnya adalah mempercepat suatu pekerjaan. Sehingga secara keseluruhan suatu proses pekerjaan akan menjadi lebih cepat dan hasil akhirnya adalah memperbanyak jumlah pelanggan atau memperkecil jumlah tenaga yang dibutuhkan.

Dalam training ini akan dipelajari tentang konsep 5S / 5R yang menjadikan pekerjaan menjadi lebih rapi, mudah dikerjakan dan sederhana, pemetaan proses kerja, metode observasi di lapangan tentang pemborosan dalam proses pekerjaan, menentukan jenis pemborosan dari 7 macam jenis pemborosan yang ada, sampai dengan mempelajari tools dan teknik dalam melakukan kaizen atau improvement untuk menjadikan pekerjaan menjadi lebih mudah dan cepat.

Training Outline

  1. Apa itu Kaizen?
  2. Konsep dasar dan Mengapa perlu Kaizen
  3. Apa itu 5S / 5R (Ringkas – Rapi – Resik – Rawat – Rajin)
  4. Konsep 5S / 5R, Definisi dan Sasaran 5S / 5R
  5. Hubungan antara 5S / 5R dan Kaizen
  6. Prinsip-prinsip Kaizen
  7. Cara Observasi di area kerja menggunakan metode 3-Gen.
  8. Trik-trik bagaimana mencari kemungkinan kemungkinan improvement dari hal-hal yang kecil dan sederhana.
  9. Mengenal arti 3 Mu (Muda, Mura dan Muri) dan 7 macam Pemborosan
  10. Cara mencari Pemborosan dalam area kerja serta pengaruhnya dalam produktifitas
  11. Teknik pemetaan proses kerja dan improvementnya
  12. Step-Step pelaksanaan Kaizen dan cara implementasinya.
  13. Apa fungsi dari Work Sampling dan bagaimana menghitungnya.
  14. Bagaimana cara menghitung effisiensi suatu produksi serta pemangkasan waktu proses.

Metode Pelatihan

  • Dialog Interaktif / Sharing
  • Diskusi Grup / Latihan di kelas & Case Study

Sasaran Peserta Pelatihan

Pegawai yang bertugas dalam pengelolaan dan pengolahan Dokumen serta person yang ingin mempelajari tentang Kaizen

INFORMASI PENDAFTARAN
ISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Share

5S and 7 Waste Management + Observeasi Lapangan

[S110]

WAKTU

21-23 October 2015
18-20 November 2015
16-18 December 2015

TEMPAT

Hotel Harris Tebet Jakarta

INVESTASI

IDR 6,500,000/Trainee (Excluding PPN10%) + Observeasi Lapangan
Disc 10% mendaftar 2 peserta

Including: Module, Flash Disc, Certificates, Souvenir, Door Prize, Lunch & Coffee Break

FASILITATOR

Indro Agung Handoko

Telah berkecimpung di dalam dunia industri lebih dari 20 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture.

Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep Total Preventive Maintenance (TPM) dan Kaizen dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya.

Master di bidang TPM dan Kaizen diperoleh dengan mendapatkan akreditasi International dengan mendapatkan Sertifikat TPM dan Kaizen sampai dengan level Intermediate dari Omron – Jepang.

Project-project yang telah berhasil dijalankan antara lain:

8 group Kaizen dalam rentang tahun 2001 – 2006. Kaizen mampu meningkatkan produktifitas rata-rata 30%.
25 group TPM dalam rentang tahun 2003 – 2006. TPM berhasil menurunkan Break Down Machine rata-rata 25%, bahkan ada yang mencapai 60%.
Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA.
Best Practice Competition yang diselenggarakan Omron Head Quarter di Kyoto-Japan.

DESKRIPSI

5S and 7 Waste Management + Observeasi Lapangan

Salah satu syarat untuk menjadikan suatu perusahaan manufacturing menjadi berkelas dunia dan mempunyai daya saing yang unggul adalah mempunyai biaya produksi yang rendah. Biaya produksi yang rendah dapat dicapai jika di semua lini proses dalam perusahaan tersebut mempunyai lead time yang pendek. Untuk mencapai lead time yang pendek, Kaizen / improvement yang berkelanjutan harus terus dilakukan di setiap lini proses dan dilakukan secara berkesinambungan. Dasar dari implementasi Kaizen ini adalah 5S dan 7 Waste Management.

5S adalah suatu istilah dalam Bahasa Jepang yang merupakan singkatan dariSeiri – Seiton – Seiso – Seikutse – Shitsuke yang dapat diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia menjadi 5R yaitu Ringkas – Rapi – Resik – Rawat – Rajin.

5S adalah suatu konsep pengorganisasian lingkungan tempat kerja menjadi suatu lingkungan yang tertata rapiterstruktur dan tervisualisasi sehingga akan menghasilkan ritme Kerja yang efisien, cepat dan tepat sehingga akan berdampak pada Produktivitas yang tinggi sesuai dengan keinginan pelanggan (Customer Satisfaction).

Menghilangkan pemborosan untuk meningkatkan kinerja perusahaan adalah suatu hal yang mudah untuk dilakukan, tetapi masalahnya bukan pada usaha menghilankannya tetapi pada pemahaman apakah suatu proses operasional tersebut merupakan pemborosan atau bukan. Kita tidak dapat menghilangkan pemborosan pada manusia, sistem operasional kerja dan sumber lain sampai kita mengenali pemborosan itu sendiri

7 Waste Management adalah cara untuk mengetahui dan mengenal apakah hal diatas merupakan pemborosan atau bukan.

Pokok Bahasan

  1. Konsep, Definisi dan Sasaran 5S
  2. Penerapan 5S dari Seiri – Seiton – Seiso – Seiketsu – Shitsuke
  3. Organisasi dan Peran Karyawan dalam penerapan 5S
  4. Langkah-langkah penerapan 5S
  5. Identifikasi area improvement
  6. Alat-Alat bantu dalam penerapan 5S
  7. Kunci Sukses Penerapan 5S
  8. Apa itu 7 Waste Management
  9. Kategori 7 Waste
  10. Cara mengenali 7 Waste
  11. Added Value Vs Non Added Value
  12. Macam-macam penyebab 7 Waste

Metode Pelatihan

  • Dialog Interaktif / Sharing
  • Diskusi Grup
  • Latihan di Kelas
  • Study Kasus

Sasaran Peserta Pelatihan

Operator, Teknisi, Staff / Officer, Supervisor sampai dengan Manager

INFORMASI PENDAFTARAN
ISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Share

Lean Manufacturing System

[S110]

WAKTU

19-20 October 2015
16-17 November 2015
14-15 December 2015

TEMPAT

Hotel Harris Tebet Jakarta

INVESTASI

IDR 4,500,000/Trainee (Excluding PPN10%)
Disc 10% mendaftar 2 peserta

Including: Module, Flash Disc, Certificates, Souvenir, Door Prize, Lunch & Coffee Break

FASILITATOR

Indro Agung Handoko

Telah berkecimpung di dalam dunia industri lebih dari 20 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture.

Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep Total Preventive Maintenance (TPM) dan Kaizen dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya.

Master di bidang TPM dan Kaizen diperoleh dengan mendapatkan akreditasi International dengan mendapatkan Sertifikat TPM dan Kaizen sampai dengan level Intermediate dari Omron – Jepang.

Project-project yang telah berhasil dijalankan antara lain:

8 group Kaizen dalam rentang tahun 2001 – 2006. Kaizen mampu meningkatkan produktifitas rata-rata 30%.
25 group TPM dalam rentang tahun 2003 – 2006. TPM berhasil menurunkan Break Down Machine rata-rata 25%, bahkan ada yang mencapai 60%.
Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA.
Best Practice Competition yang diselenggarakan Omron Head Quarter di Kyoto-Japan.

DESKRIPSI

Lean Manufacturing System

Lean Manufacturing System merupakan suatu sistem yang dikembangkan oleh Toyota Corporation untuk meningkatkan profit perusahaannya melalui penekanan biaya produksi dengan cara yang tepat sasaran.

Taiichi Ohno (founder of TPS, 1998) mengatakan: “Yang kita lakukan adalah memperhatikan rentang waktu dari saat pelanggan memberikan pesanan sampai saat kita menerima cash. Dan kita terus menerus memperpendek rentang waktu tersebut dengan menghilangkan non-value added wastes.”

Tidak heran jika dengan filosofi diatas Lean Manufacturing bisa mendobrak dunia dan sistemnya dijadikan referensi banyak perusahaan bahkan perusahaan diluar manufacturing.

Inti dari konsep Lean Manufacturing adalah Kaizen yang dilakukan di segala bidang mulai dari hulu yaitu ketika pelanggan memberikan pesanan sampai dengan hilir yaitu pada saat pelanggan menerima pesanan yang diminta. Termasuk di dalamnya bagaimana order di handle oleh PPIC, raw material didatangkan oleh bagian purchasing, pembuatan barang oleh bagian produksi, mesin di pelihara oleh bagian maintenance sampai akhirnya bagian shipping mendeliverikan pesanan kepada pelanggan.

Konsep diataslah yang dapat menghasilkan keuntungan bagi Toyota sehingga dapat mencapai USD 8.13 milyar pada tahun fiskal 2002. Keuntungan tersebut merupakan keuntungan terbesar perusahaan otomotif sepanjang dekade. Bahkan keuntungan tersebut tidak dapat mengalahkan keuntungan dari gabungan 3 perusahaan otomotif raksasa yaitu GM, Chrysler dan Ford. Nilai sahamnya pun melonjak 24% dari tahun sebelumnya. Suatu hal yang fantastis dan pantas ditiru oleh kita semua.

Training dalam 2 hari ini akan mengulas secara konseptual hal hal yang harus dijalankan oleh suatu perusahaan dalam mengimplementasikan Lean Maniufacturing beserta tools-tools yang digunakan.

Training Outline

  1. Konsep dasar Lean Manufacturing
  2. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi Lean Manufacturing
  3. Prinsip-prinsip dasar implementasi Lean Manufacturing
  4. Metode implementasi Lean Manufacturing
  5. Tools-tools yang digunakan dalam Lean Manufacturing seperti:7 (Seven) Waste
    • 5S
    • Kaizen
    • Value Stream Mapping
    • Line Balancing
    • Total Productive Maintenance (TPM)
    • Just In Time (JIT) / Pull System / Kanban System
    • Inventory Control by Supply Chain Management (SCM)
  6. 7 Waste
  7. Penyebab kegagalan implementasi Lean Manufacturing
  8. 7 Ketrampilan yang membuat pekerja menjadi Lean (company sudah berbudaya Lean)

Metode Pelatihan

  • Dialog Interaktif / Sharing
  • Diskusi Grup / Latihan di kelas & Case Study

Sasaran Peserta Pelatihan

Pimpinan Perusahaan, Direktur, Plant Manager, Manager dan Supervisor yang bergerak di bidang purchasing, PPIC, Produksi, Maintenance / Engineering, QA, Shipping.

INFORMASI PENDAFTARAN
ISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Share

Reliability Centered Maintenance

[S110]

WAKTU

13 October 2015
6 October 2015
4 December 2015

TEMPAT

Hotel Harris Tebet Jakarta

INVESTASI

IDR 2,950,000/Trainee (Excluding PPN10%)
Disc 10% mendaftar 2 peserta

Including: Module, Flash Disc, Certificates, Souvenir, Door Prize, Lunch & Coffee Break

FASILITATOR

Indro Agung Handoko

Telah berkecimpung di dalam dunia industri lebih dari 20 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture.

Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep Total Preventive Maintenance (TPM) dan Kaizen dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya.

Master di bidang TPM dan Kaizen diperoleh dengan mendapatkan akreditasi International dengan mendapatkan Sertifikat TPM dan Kaizen sampai dengan level Intermediate dari Omron – Jepang.

Project-project yang telah berhasil dijalankan antara lain:

8 group Kaizen dalam rentang tahun 2001 – 2006. Kaizen mampu meningkatkan produktifitas rata-rata 30%.
25 group TPM dalam rentang tahun 2003 – 2006. TPM berhasil menurunkan Break Down Machine rata-rata 25%, bahkan ada yang mencapai 60%.
Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA.
Best Practice Competition yang diselenggarakan Omron Head Quarter di Kyoto-Japan.

DESKRIPSI

Reliability Centered Maintenance

Tahukah anda? sebuah bolpoint tersusun kurang dari 10 buah komponen, tetapi sebuah pesawat terbang jenis Boeing 747-400 tersusun lebih dari 6 juta komponen. Akankah semua komponen tersebut di lakukan pengecekan sebelum memastikan laik tidaknya pesawat tersebut terbang? berapa lama pemborosan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengecekan tersebut?

Atau terbayangkah anda jika sebuah boiler berkapasitas 100 ton meledak? atau sebuah tangki penyimpanan bahan bakar meledak? atau alat alat vital berbahaya lainnya mengalami kerusakan?

Berapa besar biaya yang harus dikeluarkan jika hal diatas terjadi?

Lalu bagaimanakah cara kita menjamin kehandalan kerja dari alat-alat tersebut?

Reliability Centered Maintenance (RCM) merupakan salah satu metode maintenance yang sanggup untuk menjawab permasalahan diatas.

RCM berfokus pada Preventive Maintenance (PM) yang menjamin Reliability Fungsi dan Safety dari alat-alat yang digunakan. Dengan adanya fokus pada reliability dan safety maka point of PM dapat ditekan dan pada akhirnya akan menekan biaya operasional maintenance tetapi tetap menjamin reliability dan safety dari alat-alat yang digunakan.

2 Tools penting yang digunakan dalam implementasi RCM adalah FMEA (Failure Mode and Effect Analysis), yaitu suatu metode yang digunakan untuk menganalisa kemungkinan terjadinya kegagalan suatu proses serta pencegahannya, serta FTA (Fault Tree Analysis),  yaitu suatu metode yang digunakan untuk mencari akar permasalahan suatu kegagalan.

RCM sangat cocok sekali diimplementasikan pada industri industri yang menitik beratkan pada Safety dan Reliability sebagai tolok ukur keberhasilan perusahaan seperti industri penerbangan, oil & gas, pertambangan, perkapalan, dll.

Training Outline

  1. What is Reability Centered Maintenance (RCM)
  2. Latar belakang munculnya RCM
  3. Konsep, Metode dan Tujuan RCM
  4. Prinsip-Prinsip RCM
  5. Komponen dari RCM
  6. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
  7. Fault Tree Analysis (FTA)
  8. Metode RCM
  9. Metodologi RCM
  10. Benefit dari RCM

Metode Pelatihan

  • Dialog Interaktif / Sharing
  • Diskusi Grup / Latihan di kelas & Case Study

Sasaran Peserta Pelatihan

Teknisi, Engineer, Foreman, Supervisor, Manager Maintenance & Engineering serta orang yang concern dengan kegiatan maintenance

INFORMASI PENDAFTARAN
ISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Share

Maintenance Cost Management

Maintenance Cost Management

[S110]

WAKTU

12 October 2015
5 November 2015
3 December 2015

TEMPAT

Hotel Harris Tebet Jakarta

INVESTASI

IDR 2,950,000/Trainee (Excluding PPN10%)
Disc 10% mendaftar 2 peserta

Including: Module, Flash Disc, Certificates, Souvenir, Door Prize, Lunch & Coffee Break

FASILITATOR

Indro Agung Handoko

Telah berkecimpung di dalam dunia industri lebih dari 20 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture.

Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep Total Preventive Maintenance (TPM) dan Kaizen dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya.

Master di bidang TPM dan Kaizen diperoleh dengan mendapatkan akreditasi International dengan mendapatkan Sertifikat TPM dan Kaizen sampai dengan level Intermediate dari Omron – Jepang.

Project-project yang telah berhasil dijalankan antara lain:

8 group Kaizen dalam rentang tahun 2001 – 2006. Kaizen mampu meningkatkan produktifitas rata-rata 30%.
25 group TPM dalam rentang tahun 2003 – 2006. TPM berhasil menurunkan Break Down Machine rata-rata 25%, bahkan ada yang mencapai 60%.
Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA.
Best Practice Competition yang diselenggarakan Omron Head Quarter di Kyoto-Japan.

DESKRIPSI

Maintenance Cost Management

Maintenance Cost Management adalah suatu manajemen pengelolaan biaya maintenance yang mengulas tentang cara bagaimana menurunkan biaya maintenance dari pengeluaran yang tidak perlu, bagaimana mengontrol pengeluaran biaya maintenance, bagaimana improvisasi pengeluaran maintenance serta pada akhirnya bagaimana menyeimbangkan biaya maintenance dengan jumlah produksi yang dihasilkan.

Pelatihan ini sangat cocok sekali bagi perusahaan yang ingin menurunkan biaya maintenance atau ingin mengontrol biaya yang dikeluarkan oleh maintenance atau bahkan yang sudah kerepotan dan frustasi dengan pengeluaran biaya maintenance yang cukup besar dan tidak terduga serta sudah mempengaruhi biaya produksi.

Di dalam training ini akan dibahas tentang “3 Corong Biaya Maintenance”, yaitu Repair Cost, Maintenance Cost dan Improvement Cost. Berdasarkan pengalaman, Repair Cost akan menyedot biaya maintenance sampai dengan 60% dan bahkan ada yang sampai 70%. Padahal Repair Cost adalah biaya yang seharusnya tidak dikeluarkan dalam memanage kegiatan maintenance. Kemudian Maintenance Cost akan mengajarkan kita berapa sebenarnya biaya maintenance yang ideal. Serta terakhir Improvement Cost akan mengajarkan kepada kita teknik teknik melakukan improvisasi biaya maintenance.

Maintenance Cost Manajemen ini telah diaplikasikan di dalam sebuah industri dan sanggup menurunkan Maintenance Cost sampai dengan 121 % dalam waktu satu tahun (Year on Year Comparing).

Training Outline

  1. Konsep Maintenance Cost Management
  2. Goals dari Maintenance Cost Management
  3. Organisasi Biaya Produksi
    • Bagan organisasi biaya
    • Metode dan Tools pengontrolan biaya maintenance
  4. Repair Cost, corong ke-1 Biaya Maintenance
    • Konsep Natural dan Forced Deterioration
    • Parts Life Time Cycle
  5. Maintenance Cost, corong ke-2 Biaya Maintenance
    • Prinsip-prinsip Engineering
    • Konsep Ideal State
  6. Improvement Cost, corong ke-3 Biaya Maintenance
  7. Pareto Chart
  8. Value Engineering
  9. Quantity of Maintenance. Mempelajari cara melakukan manajemen terhadap jumlah mesin dan jumlah personel maintenance.
  10. Quality of Maintenance. Mempelajari cara mengukur kualitas dari pekerjaan maintenance yang dilakukan oleh personel maintenance.

Metode Pelatihan

  • Dialog Interaktif / Sharing
  • Diskusi Grup
  • Latihan di Kelas
  • Study Kasus

Sasaran Peserta Pelatihan

Teknisi Maintenance / Engineering, Supervisor Maintenance / Engineering, Foreman Maintenance / Engineering.

INFORMASI PENDAFTARAN
ISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Share

Maintenance Management

Maintenance Management

[S110]

WAKTU

15-16 October 2015
12-13November 2015
10-11 December 2015

TEMPAT

Hotel Harris Tebet Jakarta

INVESTASI

IDR 4,500,000/Trainee (Excluding PPN10%)
Disc 10% mendaftar 2 peserta

Including: Module, Flash Disc, Certificates, Souvenir, Door Prize, Lunch & Coffee Break

FASILITATOR

Indro Agung Handoko

Telah berkecimpung di dalam dunia industri lebih dari 20 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture.

Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep Total Preventive Maintenance (TPM) dan Kaizen dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya.

Master di bidang TPM dan Kaizen diperoleh dengan mendapatkan akreditasi International dengan mendapatkan Sertifikat TPM dan Kaizen sampai dengan level Intermediate dari Omron – Jepang.

Project-project yang telah berhasil dijalankan antara lain:

8 group Kaizen dalam rentang tahun 2001 – 2006. Kaizen mampu meningkatkan produktifitas rata-rata 30%.
25 group TPM dalam rentang tahun 2003 – 2006. TPM berhasil menurunkan Break Down Machine rata-rata 25%, bahkan ada yang mencapai 60%.
Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA.
Best Practice Competition yang diselenggarakan Omron Head Quarter di Kyoto-Japan.

DESKRIPSI

Maintenance Management

Maintenance Manajemen adalah suatu manajemen perawatan mesin yang mengulas tentang tata cara melakukan kegiatan maintenance mesin-mesin dalam suatu pabrik secara simple, terstruktur dan praktis.

Pelatihan ini sangat cocok sekali bagi seorang teknisi pemula yang berkecimpung dalam kegiatan maintenance atau suatu perusahaan yang mulai concernterhadap perawatan mesin atau bahkan suatu perusahaan yang bingung terhadap apa yang terjadi / apa yang akan dilakukan terhadap mesin-mesin yang merongrong kegiatan produksi. Pelatihan ini juga sangat baik sebagai bahanbenchmarking terhadap implementasi kegiatan maintenance yang telah dijalankan.

Di dalam training ini akan dibahas tentang “8 Pilar Maintenance Manajemen”dimana di dalamnya akan membahas mulai dari bagaimana membuat sebuahMaintenance System secara terstruktur dan terintegrasi (bahkan dengan ISO 9001), Bagaimana membuat suatu maintenance plan, Bagaimana membuat keadaan ideal suatu mesin, Apa itu Quantity dan Quality of Maintenance, Bagaimana mengontrol Spare Part mesin melalui Spare Part Availability Management, Bagaimana cara membuat Maintenance dan Performance Reportdari suatu mesin, Bagaimana melakukan suatu improvement dari suatu mesin sampai dengan bagaimana melakukan control terhadap biaya / cost dari suatu kegiatan maintenance.

Maintenance Manajemen ini telah diaplikasikan di dalam sebuah industri dan sanggup menurunkan break down machine sampai 50%, mengurangi personel maintenance sampai 40%, menjawab permasalahan ketersediaan spare part sampai dengan penurunan biaya maintenance hingga 50%.

Ilmu yang akan di dapatkan:

  • Triangle Maintenance System. Sistem yang mengintegrasikan Maitenance Sistem dengan persyaratan ISO 9001, Maintenance Regulataion, Maintenance Procedure, Plan Maintenance, Checklist and Reporting.
  • Ideal State of Machine. Mempelajari kondisi ideal suatu mesin berdasarkan metode Fundamental Function dan Fundamental Condition.
  • Quantity of Maintenance. Mempelajari cara melakukan manajemen terhadap jumlah mesin dan jumlah personel maintenance.
  • Quality of Maintenance. Mempelajari cara mengukur kualitas dari pekerjaan maintenance yang dilakukan oleh personel maintenance.
  • Spare Part Manajemen. Mempelajari manajemen spare part yang mengelola inventori spare part sehingga menjamin ketersediaan spare parts suatu mesin.
  • Machine Effectiveness Calculation. Mempelajari cara menghitung effectiveness suatu mesin, pembuatan control chart suatu kegiatan maintenance serta laporan performance suatu mesin / line.
  • Machine Improvement. Mempelajari cara melakukan improvement terhadap kerusakan mesin dengan menggunakan metode Pareto Chart
  • Maintenance Cost Manajemen. Mempelajari cara pengontrolan biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan maintenance beserta cara melakukan cost down / penurunan biaya maintenance.

Metode Pelatihan

  • Dialog Interaktif / Sharing
  • Diskusi Grup
  • Latihan di Kelas
  • Study Kasus

Who Should Attend?

Teknisi Maintenance / Engineering, Supervisor Maintenance / Engineering, Foreman Maintenance / Engineering, dan lain-lain

INFORMASI PENDAFTARAN
ISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Share

ISO 41000-2015 Facility Management – Internationally Certified

ISO 41000-2015 Facility Management – Internationally Certified

[S110]

WAKTU

28-30 October 2015
18-20 November 2015
2-4 December 2015

TEMPAT

Hotel Harris Tebet Jakarta

INVESTASI

Rp.5,950,000,
Rp.10,710,000, Registrasi 2 Peserta (Excluding PPN)

Including: Course Material: hard copy, soft copy & flash disc, Free Wi-Fi, Certificate, Lunch & Coffee Break, Souvenir & Door Prize

FASILITATOR

Setiono Winardi, SH.,MBA

Education

Master of Business Administration, Saint John University; Bachelor of Business Law, Jakarta Islamic University; Graduated Diploma Risk Management, from Jakarta Insurance Institute; Culture Development Murdock University; Change Management, National University of Singapore; Legal Drafting, Corporate Lawyer Training Center.

Experience

Provide consulting, mentoring and coaching on 28 (twenty eight) countries; Indonesia, Portugal, Russian, Singapore, Malaysia, India, Vietnam, Thailand, Philippine, Cambodia, Brunei, Hong Kong, Benin, Carbo Verde, Cote D’Ivoire, Gambia, Ghana, Guinee, Guinee Bissau, Liberia, Mali, Niger, Nigeria, Senegal, Sierra Leone, Togolese, Muscat and Oman.

Provide training development for various business entity: Education (Universities), Government Institutions, Non-Government Institutions, Automotive, Aviation, Retail, Services, Factory, Manufacture, Hospitality, Developer, Engineering and Construction, Mining (Oil & Gas, Nickel, Gold, Coal, and Steel), Retailer, Logistic (Trucking, Warehouse), Pharmacy, Hospital, Banking, Insurance, Financing, Shipping (Marine), Plantation, Trading, Telecommunication, Broadcast, Trading, Pharmacy, Satellite Provider, Baby Product, Home Appliance, Health Care Product, and Brokerage.

Awards

Received International Awards; the Global Technical Advisor from American Academy Project Management, Colorado, USA in 2014; Best Practice Strategy for Combat Money Laundering from National Police of Hong Kong Government in 2012; the Best Practice Management Human Resources from the Ministry of Education and Man Power of the Federal Republic of Nigeria, West Africa in 2008; the Best Practice Commercial Business Law and Corporate Strategy from Ministry of Trade and Export-Import of the Federal Republic of Nigeria West Africa in 2008; the Best Practice of Transformation Global Human Resources Management from Ministry of Education, the Republic of Ghana, West Africa in 2009.

Certified Coach and Mentor for

Merger and Acquisition, Human Capital, Talent, Project Management, Change Management, Sales and Marketing, Warehouse, Supply Chain, Managing Organization, People Development, Continuous Improvement, Performance Management, Industrial Relation, Risk Management ISO 31000-2009, Business Development, Human Resources and Business Partner, Strategic Thinking, Leadership and Communication Skills.

DESKRIPSI

ISO 41000-2015 Facility Management – Internationally Certified

ISO 41000-2015 yang akan diberlakukan secara internasional oleh Masyarakat Ekonomi Eropa dan mendapatkan dukungan dari 20 negara, akan menjadi suatu keharusan bagi seluruh Negara di dunia untuk mengikuti standard internasional tersebut, dimana dengan mendapatkan sertifikasi tersebut maka akan terjadi suatu perubahan dalam bisnis secara besar, terutama dalam meningkatkan keamanan, kesehatan, kinerja dan kepuasan bagi seluruh pihak; karyawan, organisasi, lingkungan kerja, peralatan, bisnis, dan pelanggan.

Press Release untuk pemberlakuan ISO 41000-2015 dikeluarkan pada 9 Juni 2015, di London oleh British Institute of Facility Management (BIFM), didirikan pada tahun 1993, berlokasi di Number One Building, The Causeway Bishop’s Stortford, Hertfordshire, UK, CM23 2ER

Overview

Program ISO 41000-2015 merupakan suatu program untuk memberikan transformasi pengetahuan tentang Facility Management berdasarkan standard internasional, melalui kegiatan tutor, diskusi, studi kasus dan simulasi, sehingga standard internasional tersebut dapat diimplementasikan di lingkungan kerja.

Program ini akan memberikan pemahaman yang mendalam tentang ketentuan yang terdapat di dalam ISO 41000-2015, strategi untuk mengimplementasikannya, membangun dan mengendalikan dokumen, control terhadap implementasi, serta mengevaluasi kinerja termasuk memperbaiki kinerja yang mengalami bias.

Understanding

Program ISO 41000-2015 adalah program transformasi pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman kepada peserta untuk dapat memahami, mengimplemtasikan, dan mengidentifikasi berbagai permasalahan yang timbul serta menyelesaikan permasalahan tersebut, sehingga kinerja dan pertumbuhan bisnis dapat tercapai secara berkesinambungan.

Program ISO 41000-2015 adalah program untuk melakukan standardisasi terhadap fasilitas manajemen, yang tidak berdiri sendiri, karena terintegrasi dengan Standard Internasional lainnya, seperti:

  1. ISO 15221-3 Quality in Facilities Management
  2. ISO 15221-4 Taxonomy of Facilities Management
  3. ISO 15221-5 Facilities Management Processes
  4. ISO 15221-6 Facilities Management Space Measurement

Objective

  1. Merencanakan, membuat dan menyusun strategy untuk merencanakan seperangkat alat dan pedoman, sebagai standar untuk menetapkan struktur dan kerangka serta proses organisasi.
  2. Merencanakan, menyusun dan membuat program yang dibutuhkan untuk penguasaan ketrampilan kunci dan kompetensi yang disyaratkan.
  3. Dapat memberikan bimbingan yang tepat dengan cara yang sama sebagai Standard Kualitas bagi Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Sistem Manajemen Lingkungan.

Benefits

  1. Meningkatkan keterlibatan dalam standard disiplin professional, yang merupakan campuran ketrampilan spesialis teknis, pemahaman bisnis yang utuh, dan keahlian manajemen umum
  2. Memberikan konsistensi professional pada tingkat internasional sebagai kerangka kerja untuk standard kualitas dunia
  3. Memperdalam komitmen untuk melakukan penilaian dan peningkatan kinerja secara berkelanjutan
  4. Memberikan konsistensi global untuk membantu menyelaraskan spesifikasi dan manajemen mutu perusahaan.
  5. Memberikan manfaat standard secara ekonomi dan social untuk menjadi lebih besar dalam hal peningkatan standar dari fasilitas dan layanan global serta memastikan tercapainya tingkat efisiensi yang lebih tinggi
  6. Menyediakan kerangka kerja internasional untuk memberikan fasilitas kepada manajemen atas strategis, kondisi, sumber daya dan pengembangannya terhadap kontrak yang akan dibangun dengan pemasok (vendor) sebagai penyedia layanan terhadap pelanggan.

Program Content

  1. Pengertian ISO 41000-2015
  2. Standard Pengembangan Internasional termasuk 15221-1 sampai dengan 15221-7.
  3. Model informasi bisnis, standard bimbingan fasilitas manajemen yang berkesinambungan, pelayanan konsultasi untuk bidang teknik, spesifikasi teknis yang dipersyaratkan untuk kebutuhan dilingkungan kerja, pembangunan dan rekayasa asset, konstruksi dokumen, dan building mainatenance management.
  4. Strategic facility management
  5. Management;

5.1.     Business sustainable

5.2.     Contract management

5.3.     Corporate social responsibility

5.4.     Customers

5.5.     Finance

5.6.     Information Communication and Technology

5.7.     Performance Management

5.8.     Procurement

5.9.     Risk Management

5.10.   Strategy

5.11.   Change Management

  1. Property

6.1.     Assets Strategy and Management

6.2.     Business Agility

6.3.     Leasehold Management

6.4.     Operating Cost Management

  1. Facility Management

7.1.     Building Information Modeling (BIM)

7.2.     Standard National Health Services

7.3.     Employee wellbeing

7.4.     Customers priority

7.5.     Transforming the delivery of facilities services

7.6.     Glosary

  1. International Standard

8.1.     Facilitate trade

8.2.     Provide a framework for achieving economies, efficiencies and interoperability

8.3.     Enhance consumer protection and confidence

8.4.     Demonstrate market leadership

8.5.     Create competitive advantage

8.6.     Develop and maintain best practice

Strategy

  1. Tutor
  2. Diskusi
  3. Studi kasus
  4. Simulasi
  5. Evaluasi dan assessment

Reference

  1. Mudrak, T., Wagenberg, A.V. and Wubben, E. (2004), Assessing the innovative ability of FM teams: a review, Facilities, Vol. 22 Nos 11/12, pp. 290–5.
  2. David Cotts; Kathy Roper; Richard Payant (2010). The Facility Management Handbook – Organizing the Department. New York: AMACOM. p. Chapter 2.
  3. Brian Atkins; Adrian Brooks (2009). Total Facilities Management (3rd ed.). Chichester UK: Wiley Blackwell. p. 119 to 130.
  4. Gorden, Robert (2008). Start and Run a Successful Cleaning Business. Oxford: How to Books. p. 74. ISBN 9781845282844.
  5. Booty, Frank (2010). Facilities Management. Amsterdam: Elsevier. p. 295.
  6. New, Paul. Head in the Cloud: Lease Management in the Modern Era. FM Innovations. Retrieved 21 July 2015.
  7. Alexi Marmot, Joanna Eley; Office space planning: designing for tomorrows workplace, McGraw Hill P91
  8. Technical Committee ISO/TC 154, Processes, data elements and documents in commerce, industry and administration. (2004-12-01). ISO 8601:2004(E). ISO. Retrieved 2006-11-15. Annex A … Identification of a particular date by means of ordinal dates (ISO 2711) and by means of the week numbering system (ISO 2015) were alternative methods that the basic concept of this International Standard could also encompass; thus, ISO 2015 and ISO 2711 have now been superseded.
  9. ISO 8601:2004 (E), ISO, 2004-12-01, Annex A … From that concept representations of all other date and time values were logically derived; thus, ISO 2014, ISO 3307 and ISO 4031 have been superseded…. Identification of a particular date by means of ordinal dates (ISO 2711) and by means of the week numbering system (ISO 2015) were alternative methods that the basic concept of this International Standard could also encompass; thus, ISO 2015 and ISO 2711 have now been superseded.
  10. TC 154 Processes, data elements and documents in commerce, industry and administration, Technical committees – ISO
  11. Doggett, L. E. (1992). Calendars. In P. K. Seidelmann. Explanatory Supplement to the Astronomical Almanac. Sausalito, California: University Science Books. p. 580. ISBN 0-935702-68-7. The Gregorian calendar today serves as an international standard for civil use.
  12. NIST TechBeat 2006-11-22. NIST. 2006-11-22. Retrieved 2012-05-06. Decimals Score a Point on International Standards … It soon may be possible to write international standards documents with decimal points in them.
  13. Nilsson, M. (2000-11-01). ID3 tag version 2.4.0 – Main Structure. id3.org. pp. §4. Retrieved 2009-09-27.

INFORMASI PENDAFTARAN
ISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Share

Project Financing

Project Financing

[S110]

28-30 September 2015 – RUNNING

VENUE

Hotel Harris Tebet Jakarta

INVESTMENT

Rp.5,500,000/trainee excluding PPN 10%

Including:

Soft Copy COMPLETE Toolkit ”Project Financing”
Certificates
Souvenir
Door Prize
Lunch & Coffee Break

FACILITATOR

Ir. Muhammad Tavip, MPM, Cert.HR (US-Based).

Pemegang sertifikasi internasional Project Management berdasarkan PMBOK – PMI, USA dan Human Resource Management (US-based), Alumni of Institut Teknologi Bandung (1992) dan Post Graduate Diploma dari University of South Australia, Adelaide (1995). Beberapa Sertifikasi Internasional yang dipegangnya adalah: Project Management (PM)/ITPM, Software Business Analysis (SBA), Systems Analysis and Design (SAD), Software Quality Assurance (SQA), Software Testing Professional (STP), IT Infrastructure Library (ITIL ) (v2, v3 2007, v3 2011), Disaster Recovery Planning (DRP), ISO/IEC 20000 Foundation (edition 2011), Microsoft Project Certified

Memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang IT, Management and Business. Beliau Mengelola Proyek berskala Nasional dan International. Memberikan jasa konsultansi di bidang Project Management dan IT Project Management, Enterprise Project Management using Project Server 2003/2007/2010, Pelatihan dan Konsultansi Implementasi Balanced Scorecard, dan IT Management consulting. Beliau merupakan salah satu pendesain software Balanced Scorecard MBRIO yang telah digunakan beberapa perusahaan swasta berskala UKM.

Beliau berpengalaman lebih dari 10 tahun memberikan pelatihan baik public maupun in-house dan Coaching untuk bidang Manajemen dan IT Management termasuk: Project Management (PM)/ITPM, Software Business Analysis (SBA), Systems Analysis and Design (SAD), Software Quality Assurance (SQA), Software Testing Professional (STP), IT Infrastructure Library (ITIL V2 and V3 ), Disaster Recovery Planning (DRP), IT Risk Management, Information Security Management based on PBI, COBIT 5 Foundation, Operation Management (Supply Chain Management, Logistics Management, Warehouse Management, Inventory Management), Project Financing, HR Management series termasuk Persiapan Ujian HR Management (US-Based), Finance/Accounting, Sales/Marketing, ISO/IEC 20000 Foundation, Penyusunan Cetak Biru Teknologi Informasi berdasarkan Peraturan Menteri BUMN PER02MBU2013

Dari tahun 2001 s/d sekarang Beliau telah membimbing lebih dari 5000 para project Manager di Indonesia mempelajari Project Management dan IT Project Management berdasarkan standard defector PMBOK – PMI, USA mulai dari versi 2000, 2004, dan 2008, dan PMBOK 5th edition 2013 (THE NEW PMBOK).

Beberapa klien yang pernah mendapatkan bimbingan/ training/coaching/ konsultasi Project Management/ IT Project Management sejak 2001 s/d sekarang diantaranya adalah pemerintahan & BUMN, perusahaan swasta, asing, universitas & LSM.

DESCRIPTION

Project Financing

Project finance merupakan salah satu pendekatan untuk mengoptimalkan return suatu proyek investasi. Pendanaan investasi suatu proyek dengan skema project financing ini berbeda dengan skema pinjaman konvensional dan dipandang lebih memiliki advantages dibandingkan dengan conventional lending. Memahami perbedaan dan kemampuan untuk mengimplementasikannya antara project finance dan coventional lending sangat penting bagi perusahaan yang melakukan investasi suatu proyek. Namun demikian, implementasi project financing dalam prakteknya tidaklah mudah, karena menyangkut lintas disiplin yang harus dikuasai.
Dalam pelatihan ini para peserta akan difasilitasi sehingga mengetahui dan bisa hal-hal berikut ini:

Langkah-langkah apa saja yang harus dilalui dalam pendanaan suatu proyek?

Bagaimana strategi pendanaan yang paling efisien?

Bagaimana aspek akuntansi dan pajak dalam pendanaan proyek serta bagaimana strategi efisiensi pajak tanpa melanggar peraturan yang berlaku?

Bagaimana mengelola resiko yang terkandung dalam proyek tersebut? serta pihak-pihak mana saja yang terlibat dalam proyek?

Pelatihan ini akan membahas pengertian modern of project financing, analisa dan proses alokasi risiko-risiko proyek, sumber-sumber pendanaan proyek, strategiefisiensi pajak, serta metode evaluasi proyek. Juga dilengkapi dengan full-day case study pada hari terakhir pelatihan dengan memilih satu proyek yang akan dibahas dan dirancang menjadi sebuah project feasibility study yang lengkap dan dibahas secara mendalam terutama aspek finansial menggunakan toolkit berupa spreadsheet.

Dengan menggunakan metode pelatihan yang interaktif dan menyenangkan dalam bentuk lecture dan case study, discussion diharapkan para peserta dapat aktif berpartisipasi sehingga memiliki pemahaman yang mendalam baik secara konseptual maupun implement asinya dalam pekerjaannya sehari-hari.

Objective

Memahami modern project financing serta perbedaannya dengan conventional lending
Menentukan apakah suatu proyek investasi sebaiknya didanai berdasarkan skema pendanaan proyek atau berdasarkan skema pinjaman konvensional
Mampu melakukan analisa risiko proyek dan mengalokasikan risiko-risiko proyek tersebut terhadap berbagai pihak yang berkompeten
Mengetahui cara dan mampu melaksanakan evaluasi kelayakan suatu proyek investasi yang didanai berdasarkan skema project financing, dan mampu menggunakan Project Financing Toolkit berupa spreadsheet
Mengetahui strategi dalam efisiensi pajak yang sesuai dengan peraturan berlaku

Syllabus

Day 1

Project Finance Overview

Overview of Modern Project Finance
Definition of a project – the distinguishing features
The rationable for using project finance and trends
What kinds of projects are financed

Parties Involved in Project Finance Sponsor

The Project Finance Company
The Borrowing Entity
Financial Advisers
Technical Expert s & Consult ant s Cont ract ors
Ot hers

Stages in the Project Finance

Stage 1: The Feasibility Study
Stage 2: Planning
Stage 3: Arranging and Structuring the Finance St
age 4: Monitoring the Financing

Project Analysis Market Analysis Technical Analysis Financial Analysis Economic Analysis
Day 2
Project Finance Risks

Classification and identification of risks
Risk Matrices
Risk allocation and mitigation

Project Evaluat ion & Selection/Decision

Cash flow
Discounted cash flow
Discount rate
Present value
Net present value IRR
Profit ability index

Sources of Funding

Types of equity and debt
Methods of obtaining finance
Structure of capital markets
International issues
Bond issues and securitisation

Project documentation

Underlying Document s
Finance document s
Security document s
Supporting Documentation
Experts’ Reports and Legal Opinions

Day 3

Conducting a Full Day Case Study (in group) in Project Financing

Choosing Case Study Topic
Scenario Case Study
Creating Project Feasibility Study – Non Financial aspects
Creating Project Feasibility Study – Complete Financial aspect using spreadsheet/toolkit
Conducting Presentation of Case Study & Discussion

Metode Pelatihan

Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah kuliah, workshop, studi kasus dan konsultasi interaktif disertai dengan contoh-contoh lengkap berupa prosedur proses, dokumen, toolkit, dan lain-lainnya

REGISTRATION :

ISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Cara cepat dan mudah Registrasi online di Informasi seminar 21. Mencari jadwal seminar dan training atau request in-house training online.
INFOSEMINAR21 | INFOTRAINING21 | INFORMASI TRAINING | INFORMASI SEMINAR | INFOTRAINING.NET | INFOSEMINAR.NET | SEMUA SEMINAR | JADWAL PELATIHAN | JADWAL TRAINING

Share

Effective Selling & Merchandising Skills for SPG & MD

Effective Selling & Merchandising Skills for SPG & MD

[S110]

13-14 August 2015

VENUE

Hotel Harris Tebet Jakarta

INVESTMENT

Rp.3,500,000/trainee Excluding PPN

Module, Lunch, Coffee Break, Souvenir & Door prize

FACILITATOR

Fikri C. Wardana, S.IP, MM

Berpengalaman 22 tahun di tingkat manajerial Sales & Marketing di beberapa perusahaan multinasional seperti: Bristol Myers, Sterling, Warner Lambert, Pfizer. Banyak berpengalaman dalam pelatihan: Product Management, Sales Management, Comprehensive supervisory Management, Coaching, Selling Skills untuk Medical Reps – Salesman – SPG – MD, memperluas pelanggan & area, leadership, negotiation skills. Telah menerbitkan 10 buku sales dan marketing.

DESCRIPTION

Effective Selling & Merchandising Skills for SPG & MD

Ujung tombak seperti SPG / MD wajib mencapai target penjualan setiap bulan. Untuk itu mereka harus dibekali dan selalu diasah ketajaman presentasi penjualannya dan ditingkatkan semangat menjualnya. Mereka harus mendapat pembekalan yang cukup guna memenuhi tanggungjawabnya yang besar.

Manfaat Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan ini para peserta akan:

Memahami hubungan & manfaat antar departemen di perusahaan.
Membangun rasa bertanggung jawab dalam pekerjaan.
Lebih memahami tugas sales promotion girl / merchandiser yang menjadi tanggung jawab sehari-hari dan masa mendatang.
Mengenal cara mencapai sukses dalam pekerjaan.
Terampil menjual dan memajang.

Materi Pelatihan

Pengenalan fungsi antar departemen & hubungan dengan bagian penjualan.
Mengenal segala aspek penting tentang SPG / MD.
Memahami proses terjadinya pembelian & motif membeli.
Mengenal dasar membuat target agar tidak mengalami target phobia.
Memahami, mendalami & melatih keterampilan berkomunikasi dan keterampilan memajang.
Melatih keterampilan menjual perorangan dengan segala tahapannya.
Melatih cara menanggapi respon pelanggan.
Materi dapat ditambah atau disesuaikan dengan kebutuhan.

Tahapan Pelatihan

Diskusi materi dengan klien.
Pembuatan materi pelatihan.
Pelaksanaan pelatihan.
Evaluasi pelaksanaan.
Rekomendasi.

Metode Pelatihan

Pemaparan teori dengan metode partisipasi aktif peserta.
Masing-masing peserta berlatih.
Diskusi kelompok & konsultasi.

Target Audience

Sales Promotion Girl & Merchandiser baru atau yang telah berpengalaman di lapangan namun memerlukan penyegaran.

REGISTRATION :

ISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Cara cepat dan mudah Registrasi online di Informasi seminar 21. Mencari jadwal seminar dan training atau request in-house training online.
INFOSEMINAR21 | INFOTRAINING21 | INFORMASI TRAINING | INFORMASI SEMINAR | INFOTRAINING.NET | INFOSEMINAR.NET | SEMUA SEMINAR | JADWAL PELATIHAN | JADWAL TRAINING

Share

New Product Development

New Product Development

[S110]

5-7 August 2015

VENUE

Hotel Harris Tebet Jakarta

INVESTMENT

Rp.3,500,000/trainee Excluding PPN

Module, Lunch, Coffee Break, Souvenir & Door prize

FACILITATOR

Fikri C. Wardana, S.IP, MM

Berpengalaman 22 tahun di tingkat manajerial Sales & Marketing di beberapa perusahaan multinasional seperti: Bristol Myers, Sterling, Warner Lambert, Pfizer. Banyak berpengalaman dalam pelatihan: Product Management, Sales Management, Comprehensive supervisory Management, Coaching, Selling Skills untuk Medical Reps – Salesman – SPG – MD, memperluas pelanggan & area, leadership, negotiation skills. Telah menerbitkan 10 buku sales dan marketing.

DESCRIPTION

New Product Development

Setelah mengikuti pelatihan ini para peserta akan:

Memahami aspek-aspek penting product management.
Mengetahui fungsi & tugas product management seutuhnya.
Mendalami product life cycle sehingga mengerti pentingnya product baru.
Terampil dalam tugas sehari-hari.
Mampu menangani persaingan pemasaran di masa mendatang.

Materi Pelatihan

Berbagai aspek penting product management dan perkembangan konsep pemasaran.
Proses manajemen pemasaran: product life cycle, product portfolio strategies, analisa swot, riset pemasaran.
Mengenal konsumen dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian serta tahapan dalam proses pembelian.
Mendalami analisa produk baru dan pengembangan brand baru saat pasar tak jenuh, maupun saat melihat kelemahan market leader.
Mendalami barbagai tahapan pengembangan produk baru, tahap pencarian ide, penyaringan ide, perencanaan dan tahap pelaksanaan.
Bagaimana cara menentukan harga produk baru dan berbagai faktor penting disekitar harga.
Materi dapat ditambah atau disesuaikan dengan kebutuhan.

Tahapan Pelatihan

Diskusi materi dengan MM.
Pembuatan materi pelatihan.
Pelaksanaan pelatihan.
Evaluasi pelaksanaan.
Rekomendasi.

Metode Pelatihan

Pemaparan teori dengan metode partisipasi aktif peserta.
Masing-masing peserta berlatih.
Diskusi kelompok & terbuka.
Konsultasi.

Target Audience

Assistant Product Manager, Product Executive, Product Specialist, Junior PM, Product Manager dan marketing people lainnya yang akan maupun telah menangani pemasaran produk.

REGISTRATION :

ISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Cara cepat dan mudah Registrasi online di Informasi seminar 21. Mencari jadwal seminar dan training atau request in-house training online.
INFOSEMINAR21 | INFOTRAINING21 | INFORMASI TRAINING | INFORMASI SEMINAR | INFOTRAINING.NET | INFOSEMINAR.NET | SEMUA SEMINAR | JADWAL PELATIHAN | JADWAL TRAINING

Share

Product Management OTC/ Consumer Goods

Product Management OTC/ Consumer Goods

[S110]

5-7 August 2015

VENUE

Hotel Harris Tebet Jakarta

INVESTMENT

Rp.4,500,000/trainee Excluding PPN

Module, Lunch, Coffee Break, Souvenir & Door prize

FACILITATOR

Fikri C. Wardana, S.IP, MM

Berpengalaman 22 tahun di tingkat manajerial Sales & Marketing di beberapa perusahaan multinasional seperti: Bristol Myers, Sterling, Warner Lambert, Pfizer. Banyak berpengalaman dalam pelatihan: Product Management, Sales Management, Comprehensive supervisory Management, Coaching, Selling Skills untuk Medical Reps – Salesman – SPG – MD, memperluas pelanggan & area, leadership, negotiation skills. Telah menerbitkan 10 buku sales dan marketing.

DESCRIPTION

Product Management OTC/ Consumer Goods

Menghadapi tantangan dunia bisnis yang penuh liku, para marketing people wajib melengkapi diri dengan pengetahuan praktis product management dan menajamkannya setiap saat.

Manfaat Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan ini para peserta akan:

Memahami aspek-aspek penting product management.
Mengetahui fungsi product management seutuhnya.
Mendalami tugas product manager dalam praktik dunia bisnis.
Terampil dalam tugas sehari-hari.
Mampu menangani persaingan pemasaran di masa mendatang.

Materi Pelatihan

Dasar manajemen pemasaran, product manager dan konsep pemasaran.
Proses manajemen pemasaran: product life cycle, product portfolio strategies, analisa swot, riset pemasaran dan sales forecasting.
Strategi pemasaran; segmentasi, menentukan sasaran, diferensiasi, strategi penempatan produk di benak konsumen.
Mendalami strategi produk, nama yang takpernah kadaluwarsa dan kemasan yang dapat menjual diri.
Bagaimana cara menentukan harga dan berbagai faktor penting disekitar harga.
Mendalami cara membentuk jalur distribusi dan manajemen jaringannya serta distribusi fisik.
Menjalankan berbagai strategi promosi dalam periklanan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, penjualan perorangan maupun pemasaran secara langsung.
Merencanakan pemasaran tahunan.
Materi dapat ditambah atau disesuaikan dengan kebutuhan.

Tahapan Pelatihan

Diskusi materi dengan MM.
Pembuatan materi pelatihan.
Pelaksanaan pelatihan.
Evaluasi pelaksanaan.
Rekomendasi.

Metode Pelatihan

Pemaparan teori dengan metode partisipasi aktif peserta.
Masing-masing peserta berlatih.
Diskusi kelompok & terbuka.
Konsultasi.

Target Audience

Asisten Product Mgr, Product Executive, Junior PM, Product Manager dan marketing people lainnya yang akan maupun telah menangani pemasaran produk.

REGISTRATION :

ISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Cara cepat dan mudah Registrasi online di Informasi seminar 21. Mencari jadwal seminar dan training atau request in-house training online.
INFOSEMINAR21 | INFOTRAINING21 | INFORMASI TRAINING | INFORMASI SEMINAR | INFOTRAINING.NET | INFOSEMINAR.NET | SEMUA SEMINAR | JADWAL PELATIHAN | JADWAL TRAINING

Share

Coaching to Sales People

Coaching to Sales People

[S110]

3-4 August 2015

VENUE

Hotel Harris Tebet Jakarta

INVESTMENT

Rp.3,500,000/trainee excluding PPN

Rp.6,300,000 pendaftaran 2 peserta

Including: Module, Lunch, Coffee Break, Souvenir & Door prize

FACILITATOR

Fikri C. Wardana, S.IP, MM

Berpengalaman 22 tahun di tingkat manajerial Sales & Marketing di beberapa perusahaan multinasional seperti: Bristol Myers, Sterling, Warner Lambert, Pfizer. Banyak berpengalaman dalam pelatihan: Product Management, Sales Management, Comprehensive supervisory Management, Coaching, Selling Skills untuk Medical Reps – Salesman – SPG – MD, memperluas pelanggan & area, leadership, negotiation skills. Telah menerbitkan 10 buku sales dan marketing.

DESCRIPTION

Coaching to Sales People

Mengevaluasi dan meng-coach Medical Reps adalah pekerjaan penting sehari-hari bagi sales supervisor/ASM/DSM. Keterampilan melaksanakan tugas tersebut sangat mempengaruhi produktivitasnya. Agar sales supervisor/ASM/DSM benar-benar terampil, mereka perlu bekal yang cukup dari perusahaan.

Manfaat Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan ini para peserta akan:

Lebih memahami beberapa aspek penting sales supervisor/ASM/DSM seperti tugas, fungsi, lingkungan yang memengaruhi dan lain sebagainya.
Dapat mengevaluasi kinerja anak buah secara obyektif dan memperbaikinya bila perlu.
Terampil melaksanakan coaching ke sales reps dengan cara yang benar dan efektif, baik di kantor maupun di lapangan.

Materi Pelatihan

Penjelasan tentang tugas Sales Supervisor / ASM / DSM keseluruhan.
Mengenal segala aspek penting tentang evaluasi seperti tantangan, kiat sukses evaluasi, tahapan, yang akan dievaluasi dan penilaian dalam evaluasi.
Agar tidak terperangkap ke dalam kesalahan kronis para evaluator.
Mendalami cara memperbaiki kinerja medical reps.
Memahami manfaat, hambatan, dan pedoman coaching.
Melatih keterampilan melakukan coaching di kantor maupun di lapangan.
Materi dapat ditambah atau disesuaikan dengan kebutuhan.

Tahapan Pelatihan

Diskusi materi.
Pembuatan materi pelatihan.
Pelaksanaan pelatihan.
Evaluasi pelaksanaan.
Rekomendasi.

Metode Pelatihan

Pemaparan teori dengan metode partisipasi aktif peserta.
Masing-masing peserta berlatih.
Diskusi kelompok & terbuka.

Target Audience

Calon dan Area Sales Supervisor / Area Sales Manager / District Sales Manager yang telah dan akan memimpin beberapa sales representatives.

REGISTRATION :

ISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Cara cepat dan mudah Registrasi online di Informasi seminar 21. Mencari jadwal seminar dan training atau request in-house training online.
INFOSEMINAR21 | INFOTRAINING21 | INFORMASI TRAINING | INFORMASI SEMINAR | INFOTRAINING.NET | INFOSEMINAR.NET | SEMUA SEMINAR | JADWAL PELATIHAN | JADWAL TRAINING

Share
Share