K3 DI RUMAH SAKIT dan PATIENT SAFETY

[S300]

1-2 Maret 2017
3-4 April 2017
2-3 Mei 2017
5-6 Juni 2017
3-4 Juli 2017
1-2 Agustus 2017
4-5 September 2017
2-3 Oktober 2017
1-2 Nopember 2017
4-5 Desember 2017

Atau by request (lokasi dan tanggal) dengan mengirimkan minimal 3 peserta untuk lokasi Jakarta dan Bandung; 2 peserta untuk lokasi Yogyakarta; 5 peserta untuk lokasi Surabaya, Bali dan Batam.

TEMPAT

Hotel Harris Tebet/ Harris FX/ Aryadhuta/ Amos Cozy, Jakarta

available on Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Batam and INHOUSE Request

INVESTASI :

Jakarta                                    Rp. 4.500.000,- Per Peserta

Bandung                                 Rp. 5.000.000,- Per Peserta

Yogyakarta                             Rp. 5.500.000,- Per Peserta

Surabaya, Bali dan Batam      Rp. 6.000.000,- Per Peserta

*Termasuk : Modul Handout, Certificate, 2x Coffee Break/day, Lunch/day, Souvenir menarik.

FASILITATOR

Dr. A. Baktiansyah, MKK,SpOk.

DESKRIPSI

I. PENDAHULUAN.
Keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerja di rumahsakit dan fasilitas medis lainnya perlu di perhatikan. Demikian pula penanganan faktor potensi berbahaya yang ada di rumah sakit serta metode pengembangan program keselamatan dan kesehatan kerja disana perlu dilaksanakan, seperti misalnya perlindungan baik terhadap penyakit infeksi maupun non-infeksi, penanganan limbah medis, penggunaan alat pelindung diri dan lain sebagainya. Selain terhadap pekerja di fasilitas medis/klinik maupun rumah sakit, Keselamatan dan Kesehatan Kerja di rumah sakit juga “concern” keselamatan dan hak-hak pasien, yang masuk kedalam program patient safety.

Merujuk kepada peraturan pemerintah berkenaan dengan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja, pedoman ini juga mengambil dari beberapa sumber “best practices” yang berlaku secara Internasional, seperti National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH), the Centers for Disease Control (CDC), the Occupational Safety and Health Administration (OSHA), the US Environmental Protection Agency (EPA), dan lainnya. Data tahun 1988, 4% pekerja di USA adalah petugas medis. Dari laporan yang dibuat oleh The National Safety Council (NSC), 41% petugas medis mengalami absenteism yang diakibatkan oleh penyakit akibat kerja dan injury, dan angka ini jauh lebih besar dibandingkan dengan sektor industri lainnya. Survei yangdilakukan terhadap 165 laboratorium klinis di Minnesota memperlihatkan bahwa injury yang terbanyak adalah needle sticks injury (63%) diikuti oleh kejadian lain seperti luka dan tergores (21%). Selain itu pekerja di rumah sakit sering mengalami stres, yang merupakan faktor predisposisi untuk mendapatkan kecelakaan. Ketegangan otot dan keseleo merupakan representasi dari low back injury yang banyak didapatkan dikalangan petugas rumah sakit.systems.

II. SKILL DAN INFORMASI YANG AKAN DIDAPAT.
• Mampu melakukan identifikasi risiko seperti faktor fisik, kimiawi serta biologis, bekerja di rumah sakit serta fasilitas medis lainnya.
• Mampu mengembangkan upaya kontrol terhadap faktor risiko tersebut.
• Mampu mengembangkan program pencegahan seperti menetapkan alat pelindung diri yang diperlukan.
• Mampu mengembangkan program pemeriksaan kesehatan yang sesuai dengan jenis pekerjaan (“job-related”)
• Memahami program patient safety.
• Dan lain sebagainya.

III. ISI PELATIHAN.
• Identifikasi dan evaluasi terhadap faktor yang berpotensi berbahaya bekerja di rumah sakit (faktor fisik, kimia dan biologis)
• Kontrol terhadap faktor risiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja, seperti :
o Faktor Fisik (radiasi, bising, suhu panas, dan sebagainya)
o Faktor Kimiawi (laboratorium, penggunaan mesin fotocopy, MSDS, Label, dsb)
o Faktor Ergonomi (menghindarkan terjadinya penyakit otot rangka)
o Faktor Biologis (kuman, virus, infeksi atau bloodborne pathogen, dan sebagainya)
o Faktor Psikososial (stress kerja, kerja shhift, dsb)
o Faktor lainnya, seperti :
 Bahaya kebakaran.
 Gas bertekanan tinggi (Compressed Gases)
 Bahan-bahan yang mudah terbakar (cair, gas) dan penyimpanannya
 Listrik
o Faktor bahaya spesifik menurut Bagian/Departemen.
o Health and Safety di Laboratorium.
o Penanganan Limbah medis (infectious/non-infectious dan cair/padat)
o Pengenalan Alat Pelindung Diri
o Kontrol terhadap infeksi nosokomial
o Patient safety.
• Peraturan Perundangan yang terkait, pentingnya Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan serta tugas dan fungsinya.

IV. YANG PERLU MENGIKUTI.
Setiap orang yang tertarik dengan permasalahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit, seperti :
• Anggota P2K3
• Managers dan supervisors
• Dokter dan Petugas medis lainnya.
• Human resources managers
• Dan lainnya yang bertanggung jawab dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit.

ISIKAN FORM BERIKUT :

Pre-Registration (Pendaftaran Tidak Mengikat)
  1. (required / wajib diisi)
  2. (required / wajib diisi)
  3. Jenis Kelamin
  4. (valid email required / email yang valid dibutuhkan)
  5. (valid email required / email yang valid dibutuhkan)
  6. (required / wajib diisi)
  7. (required / wajib diisi)
  8. (required / wajib diisi)
  9. (required / wajib diisi)
 

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Comments are closed.

Post Navigation