Category Archives: Hospital/rumah Sakit

Pelatihan HIPERKES untuk Paramedis [11-15 Desember 2017]

[S300]

  • 11-15 Desember 2017

TEMPAT

Pusat Hiperkes dan Keselamatan Kerja / Gedung Pertemuan di Jakarta

PERSYARATAN ADMINISTRASI
Fotocopy Ijazah terakhir (2 lembar)
Foto ukuran 3X4 : 6 lembar

INVESTASI

Rp. 4.250.000,- / Peserta (Paramedis/Perawat)

SERTIFIKASI
Sertifikat Hiperkes dikeluarkan oleh Kemnaker RI Jakarta akan diberikan kepada mereka yang lulus ujian dengan nilai minimal 60%, paling cepat 1 bulan setelah pelatihan.

INSTRUKTUR

Pusat Hiperkes Jakarta

DESKRIPSI

Pelatihan HIPERKES untuk Paramedis

KURIKULUM PELATIHAN TELAH SESUAI DENGAN S N I – PUSAT HIPERKES JAKARTA

Dalam bidang kesehatan kerja kita mengenal suatu pendekatan pencegahan penyakit akibat kerja yang disebut hygiene industri atau Hiperkes (Hygiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja). Hiperkes adalah lapangan ilmu kesehatan dan keselamatan kerja yang mengurusi problematik kesehatan dan keselamatan pekerja secara menyeluruh.
Menyeluruh memiliki maksud bahwa setiap perusahaan melalui organisasinya harus berperan proaktif dalam menyelenggarakan usaha-usaha preventif untuk menyelesaikan segala problema kesehatan dilingkungan kerja, mengidentifikasi dan mengendalikan potensi bahaya yang ada selain untuk mencegah Penyakit Akibat Kerja (PAK) serta memantau pelaksanaan program K3 lainnya.
Pentingnya sertifikasi kesehatan kerja atau hiperkes bagi dokter dan perawat perusahaan diatur pemerintah melalui PERMENAKERTRANS No. 01 tahun 1976 tentang Wajib Latih Hiperkes bagi dokter perusahaan dan PERMENAKERTRANS No. 01 tahun 1979 tentang wajib Latih Hiperkes bagi paramedis perusahaan.

TUJUAN PELATIHAN
– Untuk mendapatkan sertifikasi sebagai Paramedis dan Dokter HIPERKES.
– Untuk meningkatkan derajat kesehatan dan keselamatan kerja perusahaan dan sebagai pemenuhan peraturan perundangan.

MATERI PELATIHAN
– Peraturan perundang-undangan kesehatan kerja
– Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja
– Hazards Fisik, biologi, kimia, psikologi dan ergonomi
– Penyakit akibat kerja
– SMK3 dan Sistem Manajemen K3
– Sanitasi Industri
– Pelaporan kesehatan kerja
– Gizi Kerja dan Produktifitas kerja
– Toxikologi Industri
– Higiene Industri, termasuk Pengelolaan limbah
– Program Jamsostek

DURASI PELATIHAN
Dokter : 8 jam efektif, 6 hari kerja.
Perawat : 8 jam efektif, 5 hari kerja.

SERTIFIKASI
Sertifikat Hiperkes dikeluarkan oleh Pusat K3 (Depnakertrans) Jakarta akan diberikan kepada mereka yang lulus ujian dengan nilai minimal 60%, paling lambat 1 bulan setelah pelatihan.

Jadwal Pelatihan :

  • 9-13 Oktober 2017
  • 11-15 Desember 2017

INFORMASI PENDAFTARAN

ISIKAN FORM BERIKUT :

Pre-Registration (Pendaftaran Tidak Mengikat)
  1. (required / wajib diisi)
  2. (required / wajib diisi)
  3. Jenis Kelamin
  4. (valid email required / email yang valid dibutuhkan)
  5. (valid email required / email yang valid dibutuhkan)
  6. (required / wajib diisi)
  7. (required / wajib diisi)
  8. (required / wajib diisi)
  9. (required / wajib diisi)
 

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591


DAFTAR VIA WHATSAPP KLIK DISINI

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post


Cara cepat dan mudah Registrasi online di Informasi seminar 21. Mencari jadwal seminar dan training atau request in-house training online.
INFOSEMINAR21 | INFOTRAINING21

Share

K3 DI RUMAH SAKIT dan PATIENT SAFETY

[S300]

1-2 Maret 2017
3-4 April 2017
2-3 Mei 2017
5-6 Juni 2017
3-4 Juli 2017
1-2 Agustus 2017
4-5 September 2017
2-3 Oktober 2017
1-2 Nopember 2017
4-5 Desember 2017

Atau by request (lokasi dan tanggal) dengan mengirimkan minimal 3 peserta untuk lokasi Jakarta dan Bandung; 2 peserta untuk lokasi Yogyakarta; 5 peserta untuk lokasi Surabaya, Bali dan Batam.

TEMPAT

Hotel Harris Tebet/ Harris FX/ Aryadhuta/ Amos Cozy, Jakarta

available on Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Batam and INHOUSE Request

INVESTASI :

Jakarta                                    Rp. 4.500.000,- Per Peserta

Bandung                                 Rp. 5.000.000,- Per Peserta

Yogyakarta                             Rp. 5.500.000,- Per Peserta

Surabaya, Bali dan Batam      Rp. 6.000.000,- Per Peserta

*Termasuk : Modul Handout, Certificate, 2x Coffee Break/day, Lunch/day, Souvenir menarik.

FASILITATOR

Dr. A. Baktiansyah, MKK,SpOk.

DESKRIPSI

I. PENDAHULUAN.
Keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerja di rumahsakit dan fasilitas medis lainnya perlu di perhatikan. Demikian pula penanganan faktor potensi berbahaya yang ada di rumah sakit serta metode pengembangan program keselamatan dan kesehatan kerja disana perlu dilaksanakan, seperti misalnya perlindungan baik terhadap penyakit infeksi maupun non-infeksi, penanganan limbah medis, penggunaan alat pelindung diri dan lain sebagainya. Selain terhadap pekerja di fasilitas medis/klinik maupun rumah sakit, Keselamatan dan Kesehatan Kerja di rumah sakit juga “concern” keselamatan dan hak-hak pasien, yang masuk kedalam program patient safety.

Merujuk kepada peraturan pemerintah berkenaan dengan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja, pedoman ini juga mengambil dari beberapa sumber “best practices” yang berlaku secara Internasional, seperti National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH), the Centers for Disease Control (CDC), the Occupational Safety and Health Administration (OSHA), the US Environmental Protection Agency (EPA), dan lainnya. Data tahun 1988, 4% pekerja di USA adalah petugas medis. Dari laporan yang dibuat oleh The National Safety Council (NSC), 41% petugas medis mengalami absenteism yang diakibatkan oleh penyakit akibat kerja dan injury, dan angka ini jauh lebih besar dibandingkan dengan sektor industri lainnya. Survei yangdilakukan terhadap 165 laboratorium klinis di Minnesota memperlihatkan bahwa injury yang terbanyak adalah needle sticks injury (63%) diikuti oleh kejadian lain seperti luka dan tergores (21%). Selain itu pekerja di rumah sakit sering mengalami stres, yang merupakan faktor predisposisi untuk mendapatkan kecelakaan. Ketegangan otot dan keseleo merupakan representasi dari low back injury yang banyak didapatkan dikalangan petugas rumah sakit.systems.

II. SKILL DAN INFORMASI YANG AKAN DIDAPAT.
• Mampu melakukan identifikasi risiko seperti faktor fisik, kimiawi serta biologis, bekerja di rumah sakit serta fasilitas medis lainnya.
• Mampu mengembangkan upaya kontrol terhadap faktor risiko tersebut.
• Mampu mengembangkan program pencegahan seperti menetapkan alat pelindung diri yang diperlukan.
• Mampu mengembangkan program pemeriksaan kesehatan yang sesuai dengan jenis pekerjaan (“job-related”)
• Memahami program patient safety.
• Dan lain sebagainya.

III. ISI PELATIHAN.
• Identifikasi dan evaluasi terhadap faktor yang berpotensi berbahaya bekerja di rumah sakit (faktor fisik, kimia dan biologis)
• Kontrol terhadap faktor risiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja, seperti :
o Faktor Fisik (radiasi, bising, suhu panas, dan sebagainya)
o Faktor Kimiawi (laboratorium, penggunaan mesin fotocopy, MSDS, Label, dsb)
o Faktor Ergonomi (menghindarkan terjadinya penyakit otot rangka)
o Faktor Biologis (kuman, virus, infeksi atau bloodborne pathogen, dan sebagainya)
o Faktor Psikososial (stress kerja, kerja shhift, dsb)
o Faktor lainnya, seperti :
 Bahaya kebakaran.
 Gas bertekanan tinggi (Compressed Gases)
 Bahan-bahan yang mudah terbakar (cair, gas) dan penyimpanannya
 Listrik
o Faktor bahaya spesifik menurut Bagian/Departemen.
o Health and Safety di Laboratorium.
o Penanganan Limbah medis (infectious/non-infectious dan cair/padat)
o Pengenalan Alat Pelindung Diri
o Kontrol terhadap infeksi nosokomial
o Patient safety.
• Peraturan Perundangan yang terkait, pentingnya Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan serta tugas dan fungsinya.

IV. YANG PERLU MENGIKUTI.
Setiap orang yang tertarik dengan permasalahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit, seperti :
• Anggota P2K3
• Managers dan supervisors
• Dokter dan Petugas medis lainnya.
• Human resources managers
• Dan lainnya yang bertanggung jawab dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit.

ISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Share

Manajemen Nyeri (Pain Management)

Manajemen Nyeri (Pain Management)

[S300]

WAKTU

  • 27-28 Juni 2016
  • 5-6 Juli 2016
  • 9-10 Agustus 2016
  • 6-7 September 2016
  • 4-5 Oktober 2016
  • 23-24 November 2016
  • 19-20 Desember 2016

Atau by request (lokasi dan tanggal) dengan mengirimkan minimal 3 peserta untuk lokasi Jakarta dan Bandung; 2 peserta untuk lokasi Yogyakarta; 5 peserta untuk lokasi Surabaya, Bali dan Batam.

TEMPAT

Hotel Harris Tebet/ Harris FX/ Aryadhuta/ Amos Cozy, Jakarta

available on Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Batam and INHOUSE Request

INVESTASI :

Jakarta                                    Rp. 4.500.000,- Per Peserta

Bandung                                 Rp. 5.000.000,- Per Peserta

Yogyakarta                             Rp. 5.500.000,- Per Peserta

Surabaya, Bali dan Batam      Rp. 6.000.000,- Per Peserta

*Termasuk : Modul Handout, Certificate, 2x Coffee Break/day, Lunch/day, Souvenir menarik.

FASILITATOR

Dr. Abdul Baktiansyah, MKK, SpOK
Beliau sangat berpengalaman dalam Kesehatan Kerja (Health) selama hampir 30 tahun. Pendidikan formal beliau didapat dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga pada tahun 1979, dan Magister of Science dalam Kedokteran Okupasi dari Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (2004), beliau juga sering mengikuti berbagai training baik itu di dalam maupun di luar negeri yang berkaitan dengan Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Perjalanan Karir beliau sebagai praktisi kesehatan kerja dmulai sejak tahun 1982 – 2005, dimana beliau pernah mengemban jabatan sebagai Chief Medical Officer pada PT. Ekspan Kalimantan dan kemudian menjadi Occupational Health & Industrial Hygiene Coordinator pada PT. Medco Energy E&P. Sekarang ini beliau aktif sebagai trainer & konsultan pada bidang Occupational Health & Industrial Hygiene.

DESKRIPSI

Nyeri dapat didefinisikan sebagai “pengalaman sensoris dan emosional yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan kerusakan jaringan, baik aktual maupun potensial atau dilukiskan dalam istilah seperti kerusakan” (The International Association for the Study of Pain, 1979).
Namun dewasa ini, banyak rumah sakit yang telah melakukan upaya intensif untuk mengelola rasa nyeri tersebut, sehingga rasa nyeri yang menyertai tindakan medis, tindakan keperawatan, ataupun prosedur diagnostik pada pasien dapat diminimalkan atau dilakukan tindak lanjut yang teratur, sesuai dengan kriteria yang dikembangkan oleh rumah sakit dan kebutuhan pasien. Nyeri yang dirasakan pasien dikelola dengan melakukan pemantauan secara kontinyu dan terencana. Bahkan dalam akreditasi Joint Commission International (JCI) isu manajemen nyeri ini menjadi salah satu elemen penilaian yang dipersyaratkan untuk dipenuhi oleh pihak rumah sakit.

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah selesai, diharapkan peserta memiliki pemahaman dasar mengenai :
• Manajemen nyeri pada berbagai kondisi
• Mampu menjelaskan pengertian nyeri.
• Menyebutkan penyebab timbulnya nyeri.
• Menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi nyeri.
• Menyebutkan cara mengkaji persepsi nyeri.
• Menyebutkan cara-cara untuk mengatasi nyeri pada berbagai penyebab.
MATERI PELATIHAN
 Materi pelatihan mencakup hal-hal antara lain :
 Definisi nyeri.
 Klasifikasi dan sifat-sifat nyeri.
 Epidemiologi nyeri.
 Mekanisme terjadinya nyeri.
 Dampak dan Permasalahan nyeri.
 Kendala-kendala dalam mengatasi nyeri.
 Terapi nyeri dan Harapan terapi masa dating.
 Dan banyak hal lainnya yang perlu diketahui.

SIAPA YANG PERLU MENGHADIRI?
• Para dokter dan perawat.
• Manajemen Rumah Sakit.
• Siapa saja yang berminat.

DURASI TRAINING
2 Hari

ISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591

INFORMASI TRAINING 2016 |
INFORMASI SEMINAR 2016 |
JADWAL TRAINING TAHUN 2016 |
INHOUSE TRAINING 2016 |
TRAINING INDONESIA 2016 |
TRAINING CENTER 2016
Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Share

PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS DI RUMAH SAKIT

PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS DI RUMAH SAKIT

[S300]

WAKTU

  • 13-14 Juli 2016
  • 23-24 Agustus 2016
  • 14-15 September 2016
  • 12-13 Oktober 2016
  • 29-30 November 2016
  • 5-6 Desember 2016

Atau by request (lokasi dan tanggal) dengan mengirimkan minimal 3 peserta untuk lokasi Jakarta dan Bandung; 2 peserta untuk lokasi Yogyakarta; 5 peserta untuk lokasi Surabaya, Bali dan Batam.

TEMPAT

Hotel Harris Tebet/ Harris FX/ Aryadhuta/ Amos Cozy, Jakarta

available on Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Batam and INHOUSE Request

INVESTASI :

Jakarta                                    Rp. 4.500.000,- Per Peserta

Bandung                                 Rp. 5.000.000,- Per Peserta

Yogyakarta                             Rp. 5.500.000,- Per Peserta

Surabaya, Bali dan Batam      Rp. 6.000.000,- Per Peserta

*Termasuk : Modul Handout, Certificate, 2x Coffee Break/day, Lunch/day, Souvenir menarik.

FASILITATOR

Dr. A. Baktiansyah, MKK,SpOk.

DESKRIPSI

I. LATAR BELAKANG.
Limbah Rumah Sakit mengandung bahan beracun berbahaya. Rumah Sakit tidak hanya menghasilkan limbah organik dan anorganik, tetapi juga limbah infeksius yang kemungkinan mengandung bahan beracun berbahaya (B3). Dari keseluruhan limbah rumah sakit, sekitar 10 sampai 15 persen diantaranya merupakan limbah infeksius yang mengandung logam berat, antara lain mercuri (Hg). Sebanyak 40 persen lainnya adalah limbah organik yang berasal dari makanan dan sisa makan, baik dari pasien dan keluarga pasien maupun dapur gizi. Selanjutnya, sisanya merupakan limbah anorganik dalam bentuk botol bekas infus dan plastik.
Temuan ini merupakan hasil penelitian Bapedalda Jabar bekerja sama dengan Departemen Kesehatan RI, serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) selama tahun 1998 sampai tahun 1999. Biasanya orang mengaitkan limbah B3 dengan industri. Siapa yang menyangka ternyata dirumah sakitpun menghasilkan limbah berbahaya dari limbah infeksius. Limbah infeksius berupa alat-alat kedokteran seperti perban, salep, serta suntikan bekas (tidak termasuk tabung infus), darah, dan sebagainya. Dalam penelitian itu, hampir di setiap tempat sampah ditemukan bekas dan sisa makanan (limbah organik), limbah infeksius, dan limbah organik berupa botol bekas infus.
Limbah rumah sakit, khususnya limbah medis yang infeksius, belum dikelola dengan baik. Sebagian besar pengelolaan limbah infeksius disamakan dengan limbah medis noninfeksius. Selain itu, kerap bercampur limbah medis dan nonmedis. Percampuran tersebut justru memperbesar permasalahan limbah medis.

II. KETRAMPILAN YANG DIDAPAT.
Setelah pelatihan ini, diharapkan peserta :
• Memahami bahwa limbah medis termasuk limbah berbahaya.
• Memahami klasifikasi limbah medis, komposisi, dampak serta bahayanya.
• Memahami penanganan limbah medis yang baik, pemilahan, temporary storage serta transportasinya.
• Memahami cara melindungi diri dari dampak limbah medis tersebut.
• Memahami perundangan yang mendasari penanganan limbah medis ini.

III. MATERI PELATIHAN.
Pada dasarnya materi pelatihan ini terdiri dari :
1. Pengenalan limbah medis.
2. Klasifikasi limbah medis.
3. Prinsip penanganan limbah medis berdasarkan strategi WHO.
4. Bahaya limbah medis terhadap kesehatan, Bio-Safety, Pencegahan dan pengelolaannya.
5. Penyimpanan sementara.
6. Transportasi.
7. Pemeriksaan Kesehatan dan Bio-monitoring bagi pekerja yang menanganinya.
8. Perundangan yang mendasari.
9. Dan banyak hal lainnya yang terkait dengan penanganan limbah medis ini.

IV. SIAPA YANG PERLU MENGIKUTI.
Pelatihan ini perlu diikuti oleh semua pihak, seperti :
• Pimpinan Rumah Sakit.
• Petugas K3RS (Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit)
• Dokter, Perawat yang terkait dengan K3
• Manager, Supervisor atau HRD, serta karyawan yang menangani limbah medis.
• Semua pihak yang tertarik.

ISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591

INFORMASI TRAINING 2016 |
INFORMASI SEMINAR 2016 |
JADWAL TRAINING TAHUN 2016 |
INHOUSE TRAINING 2016 |
TRAINING INDONESIA 2016 |
TRAINING CENTER 2016
Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Share

INTEGRATED LOGISTIC MANAGEMENT RUMAH SAKIT – Yogyakarta

[S307]

Selasa – Kamis, 1 – 3 Maret 2016
• Selasa – Kamis, 29 – 31 Maret 2016
• Selasa – Kamis, 5 – 7 April 2016
• Senin – Rabu, 2 – 4 Mei 2016
• Selasa – Kamis, 7 – 9 Juni 2016
• Selasa – Kamis, 12 – 14 Juli 2016
• Selasa – Kamis, 2 – 4 Agustus 2016
• Selasa – Kamis, 6 – 8 September 2016
• Selasa – Kamis, 4 – 6 Oktober 2016
• Selasa – Kamis, 1 – 3 November 2016
• Selasa – Kamis, 6 – 8 Desember 2016

TEMPAT

Hotel di Yogyakarta
other cities available for request : Surabaya, Semarang, Solo, Jakarta, Bandung, Bali, Batam, Makassar, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak.

INVESTASI

Rp. 6.000.000/peserta

  • Including : Trainer yang berkualitas, Module / Handout, Sertifikat, Training Kit (tas, block note, alat tulis, flask disk), Souvenir, 1 X Dinner, Pick up dari bandara jika mengirimkan minimal 2 peserta.

FASILITATOR

Patisina, ST, MT; Ir. Ali Parkhan, MT, Ani Purwani, S TP, MT dan Tim
(Pakar dalam bidang Operations Management and Production Planning, akademisi dan sekaligus praktisi, yang telah berpengalaman dalam memberikan training & consulting pada organisasi/perusahaan milik pemerintah maupun swasta)

DESKRIPSI

INTEGRATED LOGISTIC MANAGEMENT RUMAH SAKIT – Yogyakarta

Rumah sakit merupakan salah satu institusi yang memiliki arus persediaan barang-barang persediaan dan material yang tinggi. Tingkat ketersediaan barang yang tinggi dan fungsi manajemen logistik yang berjalan baik dan lancar menjadi hal yang sangat krusial. Oleh karena itu diperlukan Manajemen logistik yang baik untuk menjamin ketersediaan pasokan baik untuk obat obatan maupun perlengkapan operasional lainnya biaya yang minim guna efisiensi biaya. Pelatihan ini memberikan arahan bagi supervisor atau staf logistik mengenai teknik dan metoda pengelolaan logistik yang efektif dan terintegrasi, yang meliputi aktivitas pengklasifikasian material dan perhitungan inventory optimumnya, pembelian, pergudangan, pengendalian inventori, dan beserta sistem administrasi dan sistem informasi.

SASARAN
Manager, Supervisor atau support personnel di bagian logistik, pengadaan, inventory, warehousing TOPIK / MATERI
1. Konsep dasar manajemen logistic di rumah sakit
• Perlunya manajemen logistik yang efektif
• Pengertian manajemen logistik dan tujuannya
• Tipe dan aliran logistik
• Aktivitas-aktivitas manajemen logistik
• Masalah kritis dalam aktivitas logistik rumah sakit
2. Inventory Management
• Sistem persediaan di rumah sakit
• Klasifikasi persediaan dan Pendekatan ABC
• Metoda pengendalian persediaan
• Menentukan persediaan minimum dan maksimum
• Ukuran kinerja pengelolaan persediaan
• Permasalahan dalam pengendalian persediaan di rumah sakit
3. Tatacara Perhitungan Nilai Persediaan
• Metoda FIFO
• Metoda LIFO
• Metoda Average
4. Inventarisasi dan auditing persediaan
• Tujuan inventarisasi persediaan
• Proses inventarisasi persediaan
• Tujuan audit persediaan persediaan
• Sumber-sumber ketidakcocokan data laporan dengan data lapangan
• Pedoman auditing persediaan
• Proses auditing persediaan
5. Purchasing
• Pentingnya pembelian yang efektif
• Aktivitas dan sumber-sumber pembelian
• Sistem dan Prosedur pembelian
• Kriteria pemilihan supplier
• Teknik dan metode pemilihan supplier
6. Warehousing
• Sistem pergudangan di rumah sakit
• Aktivitas-aktivitas dalam pergudangan
• Receiving (Penerimaan barang)
• Inspection and test (pemeriksaan dan pengujian barang)
• Storage (penyimpanan barang)
• Material Issuing (Pengeluaran barang)
• Material Handling (penanganan barang)
7. Teknologi Informasi dalam aktivitas logistik Rumah Sakit
• Pengertian data, informasi, dan sistem manajemen informasi
• Peran teknologi informasi dalam integrasi aktivitas-aktivitas logistik
• Pembentukan Master File Kodifikasi Barang
• Pembentukan Master File Persediaan di Gudang
• Laporan sistem manajemen inventori dan pergudangan
• Laporan status persediaan dan transaksi barang

METODE PELATIHAN
Presentation, Discuss, Case Study, Evaluation, Simulation, Movie

PENDAFTARAN (Tidak Mengikat)
ISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591

INFORMASI TRAINING 2016 |
INFORMASI SEMINAR 2016 |
JADWAL TRAINING TAHUN 2016 |
INHOUSE TRAINING 2016 |
TRAINING INDONESIA 2016 |
TRAINING CENTER 2016

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Share

BEST PRACTICE IN LOGISTIC MANAGEMENT UNTUK RUMAH SAKIT – Yogyakarta

[S307]

Selasa – Kamis, 16 – 18 Februari 2016
Selasa – Kamis, 15 – 17 Maret 2016
Selasa – Kamis, 19 – 21 April 2016
Selasa – Kamis, 17 – 19 Mei 2016
Selasa – Kamis, 21 – 23 Juni 2016
Selasa – Kamis, 26 – 28 Juli 2016
Senin – Selasa, 15 – 17 Agustus 2016
Selasa – Kamis, 30 Agustus – 1 September 2016
Selasa – Kamis, 20 – 22 September 2016
Selasa – Kamis, 18 – 20 Oktober 2016
Selasa – Kamis, 15 – 17 November 2016
Selasa – Kamis, 20 – 22 Desember 2016

TEMPAT

Hotel di Yogyakarta
other cities available for request : Surabaya, Semarang, Solo, Jakarta, Bandung, Bali, Batam, Makassar, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak.

INVESTASI

Rp. 6.000.000/peserta

  • Including : Trainer yang berkualitas, Module / Handout, Sertifikat, Training Kit (tas, block note, alat tulis, flask disk), Souvenir, 1 X Dinner, Pick up dari bandara jika mengirimkan minimal 2 peserta.

FASILITATOR

Patisina, ST, MT; Ir. Ali Parkhan, MT, Ani Purwani, S TP, MT dan Tim
(Pakar dalam bidang Operations Management and Production Planning, akademisi dan sekaligus praktisi, yang telah berpengalaman dalam memberikan training & consulting pada organisasi/perusahaan milik pemerintah maupun swasta)

DESKRIPSI

BEST PRACTICE IN LOGISTIC MANAGEMENT UNTUK RUMAH SAKIT – Yogyakarta

Salah satu kunci kesuksesan rumah sakit dalam meningkatkan aliran material dan persediaan adalah berhasilnya fungsi logistik. Fungsi logistik tidak dipandang lagi sebagai supporting dalam operasi perusahaan, namun sebagai salah satu profit center. Manajemen logistik merupakan aktivitas yang sangat penting dalam rumah sakit karena menjamin ketersediaan pasokan baik untuk obat obatan maupun perlengkapan operasional lainnya pada biaya yang minimum. Pelatihan ini memberikan arahan bagi supervisor atau staf logistik mengenai teknik dan metoda pengelolaan logistik yang efektif dan terintegrasi, yang meliputi aktivitas pengklasifikasian material dan perhitungan inventory optimumnya, pembelian, pergudangan, pengendalian inventori, dan beserta sistem administrasi dan sistem informasi.

SASARAN
Manager, Supervisor atau support personnel di bagian logistik, pengadaan, inventory, warehousing

TOPIK / MATERI
1. Konsep dasar manajemen logistik di rumah sakit
• Perlunya manajemen logistik yang efektif
• Pengertian manajemen logistik dan tujuannya
• Tipe dan aliran logistik
• Aktivitas-aktivitas manajemen logistik
• Masalah kritis dalam aktivitas logistik rumah sakit
2. Inventory Management
• Sistem persediaan di rumah sakit
• Klasifikasi persediaan dan Pendekatan ABC
• Metoda pengendalian persediaan
• Menentukan persediaan minimum dan maksimum
• Ukuran kinerja pengelolaan persediaan
• Permasalahan dalam pengendalian persediaan di rumah sakit
3. Tatacara perhitungan nilai persediaan
• Metoda FIFO
• Metoda LIFO
• Metoda Average
4. Inventarisasi dan auditing persediaan
• Tujuan inventarisasi persediaan
• Proses inventarisasi persediaan
• Tujuan audit persediaan persediaan
• Sumber-sumber ketidakcocokan data laporan dengan data lapangan
• Pedoman auditing persediaan
• Proses auditing persediaan
5. Purchasing
• Pentingnya pembelian yang efektif
• Aktivitas dan sumber-sumber pembelian
• Sistem dan Prosedur pembelian
• Kriteria pemilihan supplier
• Teknik dan metode pemilihan supplier
6. Warehousing
• Sistem pergudangan di rumah sakit
• Aktivitas-aktivitas dalam pergudangan
• Receiving (Penerimaan barang)
• Inspection and test (pemeriksaan dan pengujian barang)
• Storage (penyimpanan barang)
• Material Issuing (Pengeluaran barang)
• Material Handling (penanganan barang)
7. Teknologi Informasi dalam aktivitas logistik Rumah Sakit
• Pengertian data, informasi, dan sistem manajemen informasi
• Peran teknologi informasi dalam integrasi aktivitas-aktivitas logistik
• Pembentukan Master File Kodifikasi Barang
• Pembentukan Master File Persediaan di Gudang
• Laporan sistem manajemen inventori dan pergudangan
8. Laporan status persediaan dan transaksi barang

METODE PELATIHAN
Presentation, Discuss, Case Study, Evaluation, Simulation, Movie

PENDAFTARAN (Tidak Mengikat)
ISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591

INFORMASI TRAINING 2016 |
INFORMASI SEMINAR 2016 |
JADWAL TRAINING TAHUN 2016 |
INHOUSE TRAINING 2016 |
TRAINING INDONESIA 2016 |
TRAINING CENTER 2016

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Share

Internal Audit untuk Satuan Pengawasan Internal (SPI) Rumah Sakit

[S341]

TIME

13-15 Oktober 2015/ 09 – 11 November 2015/8-10 Desember 2015

VENUE

Yogyakarta (Jogjakarta Plaza Hotel/ Hotel Zodiak/ Hotel Neo Jogjakarta)

INVESTMENT

Rp. 5.999.000/ person/ no residential minimal 2 participant training

FACILITATOR

Hari Kusuma Satria Negara, SE., M., Acc., Ak., CA/ Team

Pendidikan Formal
Magister Akuntansi UGM, Yogyakarta 2010 – 2012
Pendidikan Profesi Akuntansi UGM, Yogyakarta 2007 – 2008
Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi UII, Yogyakarta 2003 – 2007

Pengalaman kerja
Partner Kantor Konsultan Anindita, Kusuma & Associate 2015 – sekarang
CEO “ Manten Organizer” 2015 – sekarang
CEO Wisata Jogjaku Tour & Travel 2014 – sekarang
Trainer Lembaga training Semangatindo, Be Excelent, BBM, dll 2014 – sekarang
Dosen Tetap Jurusan Akuntansi, FE, UPN “Veteran” Yogyakarta 2012–sekarang Project Manager Kantor konsultan Armashita Antariksa & Associate 2008 – sekarang
Wakil Direktur I (Pembantu Ketua) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi SBI, Yogyakarta 2010 – 2012
Finance Manager, PT Suraja International 2009 – 2012
Junior Auditor Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat,Arsono &Rekan
Tim promosi Fakultas Ekonomi, UII
Koordinator Wilayah Jogja LSM BMP partner dari Word Food Program 2008 – 2009
2006 – 2007
2006 – 2008
Pengalaman audit
Penyusunan Laporan Keuangan Pesantren Bina Umat
Audit PT Adi Satria Abadi
Audit PT Samku Glove Indonesia
Audit PT Weilburger Coating Indonesia ( Maspion Group)
Audit PT Ferro Ceramic Collors Indonesia
Konsultan Nanamia Pizzeria
Konsultan Rumah Sakit Islam Klaten
Audit Universitas Gadjah Mada
Audit Gamatechno Indonesia
Audit Internal SPI- RS Jaragah, Sasameh Kalimantan
Audit Internal SPI – RSUD BLUD Atambua, NTT

DESCRIPTION

Internal Audit untuk Satuan Pengawasan Internal (SPI) Rumah Sakit

Dalam rangka perwujudan dan pelakasanaan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit serta Peraturan Menteri Kesehatan R I nomor1684/MENKES/PER/XII/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit maka rumah sakit perlu membentuk keberadaan suatu Satuan Pengawasan Internal. Tujuan pokok dari suatu pemeriksaan internal adalah membantu agar para anggota organisasi dapat melaksanakan tanggung jawabnya secara efektif. Lebih luas lagi bahwa komponen sistem dapat berfungsi efektif sehingga sistem berjalan sebagaimana yang diharapkan. Supaya tidak terjadi kesenjangan dalam hal komunikasi audit maka pemeriksa internal lebih banyak menempatkan diri untuk membantu para anggota organisasi dalam menilai kinerja dan mengatasi persoalan atau hambatan yang terjadi sehingga dapat berfungsi secara efektif dan kinerja menjadi optimal. Hasil penelitian hubungan persepsi pegawai tentang audit internal dengan efektifitas audit internal di rumah sakit dan menunjukkan hubungan yang signifikan.
Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit dan perluasan jangkauan pelayanan pada masyarakat, status rumah sakit pemerintrah dialihkan menjadi perusahaan jawatan (Perjan). Namun begitu konsekuensinya, perilaku dan manajemen rumah sakit termasuk para petugas harus berubah dari birokratis menjadi manajemen perusahaan. Agar rumah sakit Perjan mampu memberi pelayanan bermutu dan mampu bersaing secara sehat dengan rumah sakit swasta, semua petugas di rumah sakit harus mengubah sikap dan perilaku menjadi petugas yang trampil dan profesional. SPI yang bertugas memeriksa keuangan dan operasional rumah sakit, memberi saran perbaikan dan bertanggung jawab ke direksi. Dengan adanya SPI rumah sakit mampu meningkatkan mutu pelayanan dan mengembangkan manajemen agar lebih efisien dan efektip, terutama dalam pengelolaan dana. Sedangkan pelayanan yang baik dan bermutu dapat dilihat dari, waktu tunggu pasien lebih singkat, petugas medis lebih ramah dan lebih perhatian. Kegiatan pengawasan fungsional dan percepatan good governence di rumah sakit diperlukan mengingat dalam pandangan internasional Indonesia menduduki tempat pertama dalam korupsi.
Pertumbuhan ekonomi yang mulai menampakkan hasil positif sekarang ini haruslah dihadapi dengan kesiapan untuk “berubah” dan keberhasilan dalam proses perubahan itu sendiri menuntut kemampuan dalam mengadopsi nilai-nilai pengetahuan dan praktek-praktek kegiatan rumah sakit yang berporos pada good governance. Dalam proses yang berlangsung secara cepat tersebut, posisi auditor internal sebagai pelindung asset rumah sakit sangatlah strategis sehingga ia harus berada dan berperan dalam setiap tahap perubahan (baca: perkembangan) kegiatan rumah sakit. Bagaimana seharusnya auditor internal berperan dan memposisikan dirinya dalam pertumbuhan rumah sakit yang diperkirakan akan mengalami tingkat akselerasi tertinggi beberapa tahun ke depan ini?
Oleh karena itu dalam suatu RS dibutuhkan auditor yang mampu menyusun rencana audit yang lengkap dan jelas, prosedur dan instruksi kerja yang terdokumentasi serta memiliki kompetensi untuk menghasilkan laporan hasil audit secara benar dan tidak memihak yang harus dilengkapi dokumentasi dan komunikasi serta tindakan koreksi yang efektif dan tepat waktu. Hal ini dapat dicapai melalui kombinasi dari pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja Dalam rangka memahami kedudukan, tugas pokok, fungsi serta kegiatan audit internal dalam entitas Rumah Sakit maka perlu dilakukan peningkatan kompetensi melalui pelatihan Internal Audit Rumah sakit. Pelatihan ini dibuat untuk memahami pentingnya pengendalian intern suatu Rumah Sakit untuk mencegah dan mendeteksi adanya kelemahan, membedakan antara kelemahan dan hambatan serta kendala dan beberapa hal mendasar dan spesifik dalam pengendalian intern (internal control).

TUJUAN TRAINING
 Memahami visi dan misi satuan pengawasan intern (internal auditor) rumah sakit
 Memahami kedudukan dan peran satuan pengawasan intern (internal auditor) rumah sakit
 Memahami tugas pokok satuan pengawasan intern (internal auditor) rumah sakit
 Memahami fungsi satuan pengawasan intern (internal auditor) rumah sakit
 Meningkatkan sumber daya manusia satuan pengawasan intern (internal auditor) rumah sakit melalui kegiatan yang telah dilaksanakan satuan pengawasan intern (internal auditor) rumah sakit.

MATERI TRAINING
1. Terminology internal audit rumah sakit (Audit Internal dalam RS)
2. Professional Audit rumah sakit (Fungsi dari Internal Auditor RS)
3. Corporate Governance rumah sakit
4. Internal Audit Service rumah sakit (konsep, teknik dan aplikasi audit internal RS)
5. Proses Audit Internal rumah sakit
6. Penilaian Resiko rumah sakit
7. Survey Pendahuluan Untuk Penugasan Audit rumah sakit
8. Audit Program rumah sakit (program dan laporan hasil audit rumah sakit)
9. Pembuktian rumah sakit (program audit dan pelaksanaan audit rumah sakit)
10. Kertas Kerja Audit (KKA) rumah sakit
11. Penyusunan laporan hasil audit terkait dengan temuan dan rekomendasi rumah sakit.

METODE TRAINING
• Presentation
• Discussion
• Case Study
• Evaluation

REGISTRATION :

ISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Cara cepat dan mudah Registrasi online di Informasi seminar 21. Mencari jadwal seminar dan training atau request in-house training online.
INFOSEMINAR21 | INFOTRAINING21

Share

Training Keperawatan Intensive Care Unit (ICU) Tingkat Dasar

Training Keperawatan Intensive Care Unit (ICU) Tingkat Dasar

[S269]

TIME
Tanggal 23-25 Juni 2015
Tanggal 07-09 Juli 2015
Tanggal 28-30 Juli 2015
Tanggal 04-06 Agustus 2015
Tanggal 11-13 Agustus 2015
Tanggal 25-27 Agustus 2015
Tanggal 01-03 September 2015
Tanggal 08-10 September 2015
Tanggal 15-17 September 2015
Tanggal 06-08 Oktober 2015
Tanggal 20-22 Oktober 2015
Tanggal 27-29 Oktober 2015
Tanggal 03-05 November 2015
Tanggal 10-12 November 2015
Tanggal 17-19 November 2015
Tanggal 24-26 November 2015
Tanggal 01-03 Desember 2015
Tanggal 08-10 Desember 2015
Tanggal 15-17 Desember 2015

VENUE

JAKARTA
BANDUNG
YOGYAKARTA
BATAM
SEMARANG
SURABAYA
DENPASAR
MEDAN
DLL

INVESTMENT

Rp.7.500.000,- / participant / NON residential
(Quota minimal 3 orang, training siap running)

Fasilitas :

Training Kit
Handout
Certificate
1 X Lunch
2 X Coffee Break
Souvenir

INSTRUCTORS

Team Trainer

DESCRIPTION

Keberadaan ICU disetiap Rumah Sakit merupakan kebutuhan dasar. Kualitas pelayanan ICU yang baik akan mencerminkan mutu pelayanan di RS tersebut, bahkan DEPKES telah menetapkan ICU sebagai penunjang standar mutu rumah sakit melalui penilaian akreditasi Rumah Sakit. Untuk itu pengelolaan ICU perlu didukung tenaga keperawatan yang memenuhi kualifikasi sbg perawat ICU, untuk itu dengan bangga kami mengundang perawat terbaik dari rumah sakit saudara sebagai peserta Diklat perawat ICU.

TUJUAN
1. Diharapkan peserta mampu menggunakan berbagai jenis perawatan ICU dan interpretasinya
2. Mengetahui tata cara pengendalian infeksi nasokomial
3. Mengetahui penggunaan antibiotik secara rasional.
4. Memberikan perawatan gangguan pada :
• Jalan nafas dan pernafasan
• Sirkulasi dan transfusi.
• SSP dan Perifer
• Saluran kemih
• Sistem pencernaan, metabolisme, endokrin dan nutrisi.
• Keseimbangan cairan dan elektrolit dan asam basa
5. Memberikan ALS , BLS serta resusitasi
6. Mengelola medik dan mengetahui indikasi keluar masuk ruang ICU
7. Mengetahui etik keperawatan ICU dan Customer Service.

MATERI
Kelompok Dasar:
• Indikasi pasien masuk dan keluar ICU.
• Pengendalian infeksi nasokomial
• Penggunaan antibiotik secara rasional
• Pengetahuan dasar alat-alat ICU
Kelompok Inti: Perawatan pasien dengan gangguan :
• Jalan nafas dan pernafasan
• Keseimbangan elektrolit dan cairan
• SSP dan perife
• Saluran kemih
• Skill station:BLS,ALS dan resusitasi.
Kelompok penunjang.
• Etik perawatan ICU
• Catatan medik ICU
• Customer service

TRAINING METHOD
• Presentation
• Discussion
• Case Study
• Evaluation

REGISTRATION :

ISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591

INFORMASI TRAINING 2015 | INFORMASI SEMINAR 2015 | JADWAL TRAINING TAHUN 2015 |
INHOUSE TRAINING 2015 | TRAINING INDONESIA 2015 | TRAINING CENTER 2015

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Cara cepat dan mudah Registrasi online di Informasi seminar 21. Mencari jadwal seminar dan training atau request in-house training online.
INFOSEMINAR21 | INFOTRAINING21

Share

PENYAKIT AKIBAT KERJA (PAK)

PENYAKIT AKIBAT KERJA (PAK)

[S269]

TIME
Tanggal 17-19 Juni 2015
Tanggal 24-26 Juni 2015
Tanggal 08-10 Juli 2015
Tanggal 22-24 Juli 2015
Tanggal 29-31 Juli 2015
Tanggal 05-07 Agustus 2015
Tanggal 12-14 Agustus 2015
Tanggal 19-21 Agustus 2015
Tanggal 26-28 Agustus 2015
Tanggal 02-04 September 2015
Tanggal 09-11 September 2015
Tanggal 16-17 September 2015
Tanggal 07-09 Oktober 2015
Tanggal 21-23 Oktober 2015
Tanggal 28-30 Oktober 2015
Tanggal 04-06 November 2015
Tanggal 11-13 November 2015
Tanggal 18-20 November 2015
Tanggal 25-27 November 2015
Tanggal 02-04 Desember 2015
Tanggal 09-11 Desember 2015
Tanggal 16-18 Desember 2015

VENUE

JAKARTA
BANDUNG
YOGYAKARTA
BATAM
SEMARANG
SURABAYA
DENPASAR
MEDAN
DLL

INVESTMENT

Rp.7.500.000,- peserta / non recidential
Minimal 3 peserta

Fasilitas :

Training Kit
Handout
Certificate
Lunch + 2 X Coffee Break
Souvenir
Pick up participants (Yogyakarta)

INSTRUCTORS

Eko Windarso

DESCRIPTION

1. Faktor Fisik, seperti:
a. Suara atau kebisingan yang dapat merusak pendengaran.
b. Radiasi sinar radioaktif yang dapat merusak sel-sel tubuh dan kelainan kulit.
c. Suhu yang terlalu tinggi yang dapat meyebabkan heat stress seperti heat stroke, heat cramp, dst.
d. Tekanan yang terlalu tinggi yang dapat menyebabkan “caisson disease”.
e. Penerangan yang kurang baik yang dapat merusak mata.
2. Faktor kimia seperti:
a. Debu yang dapat menyebabkan pneumoconioses, diantaranya: silicosis, asbestosis dan lain-lain.
b. Fume dari metal yang dapat menyebabkan metal fume fever.
c. Uap beracun yang dapat menyebabkan keracunan.
d. Gas, misalnya keracunan H2S, CO dan lain-lain.
e. Larutan bahan kimia, misalnya menyebabkan dermatitis.
f. Dll.
3. Faktor Biologis/Infeksi, seperti virus atau bakteri. Misalnya Avian Flu, HIV, dst.
4. Faktor Fisiologis, yang disebabkan oleh kesalahan konstruksi mesin, sikap badan yang kurang baik, salah cara melakukan pekerjaan, dll.
5. Faktor Mental–Psikologis, seperti stress akibat kerja, hubungan yang kurang baik, tekanan dari atasan, dst.

TRAINING METHOD
Presentation
Discussion
Case Study
Evaluation

REGISTRATION :

ISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591

INFORMASI TRAINING 2015 | INFORMASI SEMINAR 2015 | JADWAL TRAINING TAHUN 2015 |
INHOUSE TRAINING 2015 | TRAINING INDONESIA 2015 | TRAINING CENTER 2015

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Cara cepat dan mudah Registrasi online di Informasi seminar 21. Mencari jadwal seminar dan training atau request in-house training online.
INFOSEMINAR21 | INFOTRAINING21

Share

SERVICE EXCELLENT FOR HOSPITAL – Yogyakarta

SERVICE EXCELLENT FOR HOSPITAL – Yogyakarta

[S130]

WAKTU

7-9 Januari 2015 / 13-15 Januari / 21-23 Januari / 4-6 Februari / 9-11 Februari / 18-20 Februari / 4-6 Maret / 10-12 Maret / 22-24 April / 28-30 April / 5-7 Mei / 20-22 Mei / 27-29 Mei / 8-10 Juni / 16-18 Juni / 24-26 Juni / 8-10 Juli / 14-16 Juli / 27-29 Juli / 5-7 Agustus / 18-20 Agustus / 26-28 Agustus / 2-4 September / 9-11 September / 28-30 September / 12-14 Oktober / 20-22 Oktober / 26-28 Oktober / 11-13 November / 16-18 November / 25-27 November / 21-23 Desember 2015

TEMPAT

Hotel Ibis Styles Dagen – Yogyakarta

INVESTASI

  • IDR 6.000.000 per participant (Non-Residential)
  • Minimal participants : 2 persons (Yogyakarta)

TRAINING FACILITIES
Training Modul, Exclusive Backpack, Stationeries, Sertifikat Training, Exclusive Polo shirt atau jaket, Flashdisk berisi materi training, 2x coffee break dan makan siang, Picking-up service dari Bandara ke hotel/training venue (Minimal 2 orang peserta dari perusahaan yang sama).

FASILITATOR

Drs. Roni Indarto, M.Si.

DESKRIPSI

Saat ini, rumah sakit berada dalam persaingan bisnis yang sangat ketat. Dikarenakan banyaknya rumah sakit yang bersaing dalam pemberian pelayanan terbaik, membuat pelanggan menjadi raja dan ratu yang harus diberikan pelayanan bersaing agar para pelanggan tersebut tidak lari dan memilih rumah sakit pesaing kita. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, membuat pelanggan menjadi lebih kritis dalam memilih pelayanan terbaik serta menjadi lebih transparan untuk mengungkapkan kritik maupun saran melalui media sosial. Melihat kondisi tersebut, untuk dapat bersaing dan bertahan di tengah persaingan bisnis rumah sakit yang ketat terbut maka rumah sakit tersbut harus meiliki sumber daya manusia yang berkualitas pula agar pelayanan yang diberikan kepada pelanggan dapat optimal. Salah satu aspek penunjang terpenting untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berkompeten tersebut adalah adanya kemauan dari SDM rumah sakit tersebut untuk maju dan berkembang. Oleh karenanya paradigma dan sikap mental yang berorientasi melayani, serta pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni dalam melaksanakan pelayanan yang prima merupakan hal yang sangat diperlukan dalam mewujudkan SDM handal tersebut.

TRAINING OBJECTIVES
Memberikan pemahaman dan keterampilan yang komprehensif serta membangun paradigma baru tentang pelayanan prima bagi kegiatan pelayanan di rumah sakit.

TRAINING OUTLINES
1. Definisi dan Cakupan Pelayanan
2. Definisi, Jenis dan Karakteristik Pelanggan
3. Standar Pelayanan Prima
o Penampilan
o Menyambut Pelanggan
o Berkomunikasi Dengan Pelanggan
o 5 Dimensi Kualitas Pelayanan
4. Tiga Pilar Pelayanan
5. Strategi penanganan Keluhan Pelanggan
6. Strategi pengukuran Kepuasan Pelanggan

WHO SHOULD ATTEND?
Direksi Rumah Sakit, Manajer dan Supervisor, Customer Service, Dokter dan Paramedis, Karyawan Rumah Sakit

METHOD
Lecturing, workshop, interactive discussion, sharing and case study.

INFORMASI PENDAFTARAN
DIISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#
JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#
nama@email.com#02177788822

INFORMASI SEMINAR 2014 | INFORMASI TRAINING 2014 | JADWAL TRAINING 2014 | JADWAL SEMINAR 2014
INHOUSE TRAINING 2013 | JASA KONSULTAN 2014 | DAFTAR TRAINING 2014

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Share

Pengembangan Pemeriksaan Intern (Internal Audit) untuk Satuan Pengawasan Internal (SPI) Rumah Sakit

Pengembangan Pemeriksaan Intern (Internal Audit) untuk Satuan Pengawasan Internal (SPI) Rumah Sakit

[S300]

WAKTU
Jakarta, 28 November 2014 – RUNNING
Jakarta, 30 Desember 2014

TEMPAT

Hotel Puri Denpasar  Jakarta

INVESTASI

Rp 2.250.000,- / Peserta

FASILITAS
Modul Handout, Sertifikat, 2x Coffee Break/day, Lunch/day, Powerbank, Flashdisk (Include softcopy modul and documentation).

FASILITATOR

Surya Mardi Dominic SE.,Ak.,MM.,BAP (Cand.),Dip. IFR atau Tim Instruktur.
Narasumber adalah seorang praktisi dan akademisi di bidang akuntansi, audit dan pengendalian internal. Beliau lulus Pendidikan Profesional Akuntan, Sertifikasi Profesional Internal Audit dan Information System Audit, Universitas Indonesia serta kandidat Berakreditasi Akuntan Publik. Pendidikan terakhir adalah S2, Sekolah Tinggi Manajemen PPM dan memiliki spesialisasi di bidang Manajemen Resiko dan Analisa Keuangan serta lulus sertifikasi Diploma International Financial Reporting Standard (IFRS). Selain aktif sebagai pembicara seminar dan anggota organisasi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), beliau saat ini menjabat sebagai Senior Officer Financial Reporting Manager di BUMN Indonesia terdaftar pada Bursa Efek New York dan Indonesia dimana sebelumnya bekerja pada senior level di Kantor Akuntan Publik (KAP) Big Four terbesar.

DESKRIPSI

Oleh karena itu dalam suatu RS dibutuhkan auditor yang mampu menyusun rencana audit yang lengkap dan jelas, prosedur dan instruksi kerja yang terdokumentasi serta memiliki kompetensi untuk menghasilkan laporan hasil audit secara benar dan tidak memihak yang harus dilengkapi dokumentasi dan komunikasi serta tindakan koreksi yang efektif dan tepat waktu. Hal ini dapat dicapai melalui kombinasi dari pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja Dalam rangka memahami kedudukan, tugas pokok, fungsi serta kegiatan audit internal dalam entitas Rumah Sakit maka perlu dilakukan peningkatan kompetensi melalui pelatihan Internal Audit Rumah sakit. Pelatihan ini dibuat untuk memahami pentingnya pengendalian intern suatu Rumah Sakit untuk mencegah dan mendeteksi adanya kelemahan, membedakan antara kelemahan dan hambatan serta kendala dan beberapa hal mendasar dan spesifik dalam pengendalian intern (internal control).

TUJUAN PELATIHAN
1. Memahami visi dan misi satuan pengawasan intern (internal auditor) rumah sakit
2. Memahami kedudukan dan peran satuan pengawasan intern (internal auditor) rumah sakit
3. Memahami tugas pokok satuan pengawasan intern (internal auditor) rumah sakit
4. Memahami fungsi satuan pengawasan intern (internal auditor) rumah sakit
5. Meningkatkan sumber daya manusia satuan pengawasan intern (internal auditor) rumah sakit melalui kegiatan yang telah dilaksanakan satuan pengawasan intern (internal auditor) rumah sakit.

MATERI PELATIHAN
1. Terminology internal audit rumah sakit (Audit Internal dalam RS)
2. Professional Audit rumah sakit (Fungsi dari Internal Auditor RS)
3. Corporate Governance rumah sakit
4. Internal Audit Service rumah sakit (konsep, teknik dan aplikasi audit internal RS)
5. Proses Audit Internal rumah sakit
6. Penilaian Resiko rumah sakit
7. Survey Pendahuluan Untuk Penugasan Audit rumah sakit
8. Audit Program rumah sakit (program dan laporan hasil audit rumah sakit)
9. Pembuktian rumah sakit (program audit dan pelaksanaan audit rumah sakit)
10. Kertas Kerja Audit (KKA) rumah sakit
11. Penyusunan laporan hasil audit terkait dengan temuan dan rekomendasi rumah sakit.

INFORMASI PENDAFTARAN
ISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Share

TRAINING KEHUMASAN DAN MARKETING RUMAH SAKIT – Yogyakarta

TRAINING KEHUMASAN DAN MARKETING RUMAH SAKIT – Yogyakarta

[S260]

WAKTU

• 8-9 Juli 2014
• 12-13 Agustus 2014
• 9-10 September 2014
• 7-8 Oktober 2014
• 11-12 November 2014
• 9-10 Desember2014

TEMPAT

Yogyakarta

INVESTASI

• Yogyakarta >> IDR 6.000.000,- (Non-Residential) | Minimal kuota 3 peserta l Diskon untuk pengiriman 3 peserta dari perusahaan yang sama.
• Luar Yogyakarta >> IDR 7.500.000,- (Non-Residential) | Minimal kuota 5 peserta l Diskon untuk pengiriman 3 peserta dari perusahaan yang sama.

FACILITIES FOR PARTICIPANTS :

Hotel Berbintang; Sertifikat Training;
Training Kit; Modul (Hard Copy + Soft Copy);
1x Lunch dan 2x Coffe Break; Souvenir;
Transportasi antar jemput selama pelatihan

FASILITATOR

Expert Trainer and Team

DESKRIPSI

Bagi rumah sakit, humas sangat berperan penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Selain sebagai ujung tombak dalam sebuah program, bagian humas juga berperan dalam menjelaskan kejadian-kejadian penting yang terjadi dalam rumah sakit seperti ketika ada kejadian mal praktek atau operasi khusus. Peran kehumasan dalam hal ini tidak lepas kaitannya dengan peran marketing, yaitu bagaimana strategi pemasaran yang diterapkan oleh rumah sakit akan berimbas pada respon masyarakat akan citra rumah sakit tersebut. Citra yang positif secara tidak langsung akan terlihat dengan adanya penambahan jumlah pasien yang datang di rumah sakit, dimana kedepannya pihak rumah sakit akan dapat memberikan pelayanan yang optimal serta berlanjut kepada masyarakat. Melihat dari hal tersebut, maka diperlukan sebuah tim humas yang solid dan juga strategi pemasaran yang baik dan terarah agar rumah sakit dapat membangun dan membentuk citra positif dan serta memiliki kepercayaan dari masyarakat luas.
Training 2 hari ini akan memberikan ilmu dan pengetahuan tentang bagaimana sikap dan cara berkomunikasi dengan masyarakat maupun media sehingga bisa memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat, dan juga pengetahuan bagaimana cara strategi pemasaran yang effektif untuk memperoleh kepercayaan masyarakat sehingga akan mendukung pengelolaan dan pelayanan rumah sakit tersebut kedepannya.

MATERI KURSUS
1. Tugas dan fungsi humas rumah sakit
2. Psikologi dan komunikasi massa
3. Perencanaan program humas
4. Crisis Management
5. Handling Complain
6. Press release dan hubungan dengan media
7. Fungsi Pemasaran bagi Rumah Sakit
8. Perencanaan Program Pemasaran untuk Rumah Sakit yang dipimpin/dikelola.
9. Studi kasus

PESERTA
Pelatihan ini sangat tepat diikuti oleh para:
• Direktur Utama Rumah Sakit
• Direktur Pemasaran dan Direktur SDM/Personalia
• Kabag Humas/Kabag Informasi/Kabag Pemasaran RumahSakit
• Sekretaris Eksekutif/Sekretaris Direksi/Sekretaris Pimpinan
• Pengurus Yayasan/Komisaris Rumah Sakit

METODE
Presentation, Discussion,
Case Study, Evaluation,
Post-Test & Pre-Test

INFORMASI PENDAFTARAN
ISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Share

Manajemen Strategi Pengembangan Rumah Sakit – Yogyakarta

Manajemen Strategi Pengembangan Rumah Sakit – Yogyakarta

[S254]

WAKTU

• 21-23 April 2014
• 7-9 Mei 2014
• 25-27 Juni 2014
• 16-18 Juli 2014
• 11-13 Agustus 2014
• 22-24 September 2014
• 20-22 Oktober 2014
• 12-14 November 2014
• 29-31 Desember 2014

TEMPAT

Hotel Grand Zuri Malioboro / Ibis Styles Yogyakarta

INVESTASI

Rp. 6.000.000 (Enam Juta Rupiah) per peserta non residential. Harga tidak termasuk pajak.
• Fasilitas: Hard Copy Materi, USB Flashdisk, Training Kits, Coffee Break & Lunch, Sertifikat, Foto Group, Souvenir, Member Card;

FASILITATOR

Dra. M. Th. Harsiwi, M.Si

DESKRIPSI

Rumah sakit sebagai lembaga sosio-ekonomi mempunyai tanggung jawab sosial terhadap kesehatan masyarakat. Dalam melaksanakan fungsi sosialnya diperlukan dana yang cukup agar rumah sakit dapat terus melangsungkan kegiatan operasionalnya secara wajar. Oleh karena itu rumah sakit harus mempunyai unit-unit layanan yang menghasilkan pendapatan (revenue). Dalam pelaksanaan pendanaan rumah sakit terdapat suatu sistim subsidi-silang (cross subsidi) yang sifatnya melalui alokasi dana dari unit-unit yang menghasilkan pendapatan (revenue) terhadap unit-unit yang dianggap merugi. Diperlukan strategi yang tepat dalam melakukan pengembangan rumah sakit sehingga kondisi rumah sakit tetap dalam kondisi menghasilkan pendapatan. Pelatihan ini akan memberikan pemahaman mengenai hal-hal atau langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam merumuskan strategi dalam rangkan pengembangan rumah sakit.

Tujuan
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan memahami dan menerapkan manajemen strategi dalam pengembangan Rumah Sakit dengan beberapa tahap dengan analisanya. Sehingga dengan strategi pengembangan yang tepat maka akan meningkatkan produktivitas dari rumah sakit secara keseluruhan.

Materi
1. Pendahuluan konsep pengembangan rumah sakit
2. Stakeholder yang berperan dalam keberlangsungan rumah sakit.
3. Human resources dalam kegiatan operasional rumah sakit
4. Manajemen strategi pengembangan rumah sakit
5. Tahap Masukan:
• Analisis Matriks EFE
• Analisis Matriks IFE
6. Tahap Perryesuaian:
• Analisis Matrik TOWS
• Analisis Matriks BCG
7. Tahap Keputusan
• Analisis QSPM
8. Strategi yang dapat diimplementasikan
9. Study kasus dan diskusi

Peserta
Training ini diperuntukkan bagi:
1. Staff, supervisor, manager atau level diatasnya dari divisi strategi atau business development Rumah Sakit;
2. Praktisi atau professional yang ingin menambah pengetahuan mengenai strategi pengembangan rumah sakit.

Metode
Presentasi, diskusi, dan studi kasus

INFORMASI PENDAFTARAN
ISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Share

INTEGRATED LOGISTIC MANAGEMENT RUMAH SAKIT – Yogyakarta

INTEGRATED LOGISTIC MANAGEMENT RUMAH SAKIT – Yogyakarta

[S130]

WAKTU

28-30 Januari / 3-5 Februari / 18-20 Februari / 25-27 Februari / 4-6 Maret / 18-20 Maret / 26-28 Maret / 1-3 April /  14-16 April / 28-30 April / 5-7 Mei /  14-16 Mei /  26-28 Mei / 2-4 Juni / 17-19 Juni / 25-27 Juni / 1-3 Juli / 15-17 Juli / 23-25 Juli / 4-6 Agustus /  19-21 Agustus / 27-29 Agustus / 1-3 September / 17-19 September / 23-25 September / 1-3 Oktober / 15-17 Oktober / 29-31 Oktober / 3-5 November / 12-14  November / 18-20 November / 25-27 November / 1-3 Desember / 9-11 Desember / 16-18 Desember / 29-31 Desember 2014

TEMPAT

Hotel Ibis Styles Dagen – Yogyakarta

INVESTASI

IDR 6.000.000,- Per participant non residential at Yogyakarta

TRAINING FACILITIES
• Quality Training Module
• Tas Backpack
• Stationeries
• Sertifikat
• Exclusive Polo shirt atau jaket
• Flashdisk berisi materi training
• 2x coffee break dan lunch
• Training akan running apabila telah tercapai kuota minimal peserta 2 orang.
• Transportasi Peserta dari Bandara/Stasiun KA ke training venue. (Minimal 2 orang peserta dari perusahaan yang sama)

FASILITATOR

Harwati, ST., MT dan dr. Tri Kusumo Bawono, M.Kes

DESKRIPSI

Rumah sakit merupakan salah satu institusi yang memiliki arus persediaan barang-barang persediaan dan material yang tinggi. Tingkat ketersediaan barang yang tinggi dan fungsi manajemen logistik yang berjalan baik dan lancar menjadi hal yang sangat krusial. Oleh karena itu diperlukan Manajemen logistik yang baik untuk menjamin ketersediaan pasokan baik untuk obat obatan maupun perlengkapan operasional lainnya biaya yang minim guna efisiensi biaya. Pelatihan ini memberikan arahan bagi supervisor atau staf logistik mengenai teknik dan metoda pengelolaan logistik yang efektif dan terintegrasi, yang meliputi aktivitas pengklasifikasian material dan perhitungan inventory optimumnya, pembelian, pergudangan, pengendalian inventori, dan beserta sistem administrasi dan sistem informasi.

TRAINING OUTLINES
1. Konsep dasar manajemen logistic di rumah sakit
• Perlunya manajemen logistik yang efektif
• Pengertian manajemen logistic dan tujuannya
• Tipe dan aliran logistik
• Aktivitas-aktivitas manajemen logistik
• Masalah kritis dalam aktivitas logistic rumah sakit
2. Inventory Management
• Sistem persediaan di rumah sakit
• Klasifikasi persediaan dan Pendekatan ABC
• Metoda pengendalian persediaan
• Menentukan persediaan minimum dan maksimum
• Ukuran kinerja pengelolaan persediaan
• Permasalahan dalam pengendalian persediaan di rumah sakit
3. Tatacara Perhitungan Nilai Persediaan
• Metoda FIFO
• Metoda LIFO
• Metoda Average
4. Inventarisasi dan auditing persediaan
• Tujuan inventarisasi persediaan
• Proses inventarisasi persediaan
• Tujuan audit persediaan persediaan
• Sumber-sumber ketidakcocokan data laporan dengan data lapangan
• Pedoman auditing persediaan
• Proses auditing persediaan
5. Purchasing
• Pentingnya pembelian yang efektif
• Aktivitas dan sumber-sumber pembelian
• Sistem dan Prosedur pembelian
• Kriteria pemilihan supplier
• Teknik dan metode pemilihan supplier
6. Warehousing
• Sistem pergudangan di rumah sakit
• Aktivitas-aktivitas dalam pergudangan
• Receiving (Penerimaan barang)
• Inspection and test (pemeriksaan dan pengujian barang)
• Storage (penyimpanan barang)
• Material Issuing (Pengeluaran barang)
• Material Handling (penanganan barang)
7. Teknologi Informasi dalam aktivitas logistic Rumah Sakit
• Pengertian data, informasi, dan sistem manajemen informasi
• Peran teknologi informasi dalam integrasi aktivitas-aktivitas logistik
• Pembentukan Master File Kodifikasi Barang
• Pembentukan Master File Persediaan di Gudang
• Laporan sistem manajemen inventori dan pergudangan
• Laporan status persediaan dan transaksi barang

WHO SHOULD ATTEND?
Manager, Supervisor atau support personnel di bagian logistik, pengadaan, inventory, warehousing.

METHOD
Lecturing, workshop, interactive discussion, sharing and case study.

INFORMASI PENDAFTARAN
DIISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#
JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#
nama@email.com#02177788822

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Share

TRAINING NEEDS ANALYSIS (TNA) DI RUMAH SAKIT – Yogyakarta

TRAINING NEEDS ANALYSIS (TNA) DI RUMAH SAKIT – Yogyakarta

[S259]

WAKTU

Batch 1 : 28 – 29 Januari 2014
Batch 2 : 25 – 26 Februari 2014
Batch 3 : 25 – 26 Maret 2014
Batch 4 : 22 – 23 April 2014
Batch 5 : 26 – 27 Mei 2014
Batch 6 : 24 – 25 Juni 2014
Batch 7 : 15 – 16 Juli 2014
Batch 8 : 26 – 27 Agustus 2014
Batch 9 : 23 – 24 September 2014
Batch 10 : 28 – 29 Oktober 2014
Batch 11 : 25 – 26 November 2014
Batch 12 : 22 – 23 Desember 2014

TEMPAT

Ibis Malioboro Hotel Yogyakarta ; Jambuluwuk Malioboro Hotel Yogyakarta ;
Horizon Hotel Yogyakarta ; Phoenix Hotel Yogyakarta

INVESTASI

Rp 5.500.000,- /participant (non residensial)*
Special Rate:
Rp 5.000.000,- (min 4 participants from the same company)

TRAINING FACILITIES
o Meeting Room di Hotel
o Module/Materi (hard & soft copy)
o Training Kit
o Coffe Break & Lunch
o Souvenir
o Sertifikat
o Airport pick up services
o Transportation during training

FASILITATOR

Siti Salimah, S.Si, Apt & Team

Lulusan Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada ini adalah seorang konsultan manajemen dan tenaga proffesional yang mengabdikan keahliannya di sebuah rumah sakit swasta di Yogyakarta. Melengkapi karir sebagai apoteker, beliau juga menguasai ilmu manajemen khususnya untuk aplikasinya di area rumah sakit dengan dengan mengambil study S2 di Magister Manajemen Rumah Sakit di fakultas Kedokteran UGM. Tak hanya berbekal teori, dia melengkapi skills-nya sebagai konsultan manajemen dengan memiliki sertifikasi di bidang ini sebagai Certified Management System Auditor dari The International Register of Certificated Auditors (IRCA)

DESKRIPSI

Rumah sakit adalah organisasi yang sarat dengan pengetahuan dan teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi setiap saat mengharuskan rumah sakit selalu membekali karyawanya dengan pelatihan-pelatihan baik internal maupun ekternal agar mampu mengikuti perkembangan tersebut. Untuk menentukan pelatihan apa saja yang perlu diprogramkan, maka perlu dilakukan identifikasi kebutuhan pelatihan.
Sebagai institusi pelayanan jasa, rumah sakit perlu senantiasa meningkatkan kompetensi karyawanya baik dari pengetahuanya, ketrampilanya dan perilakunya. Ketepatan dalam identifikasi menentukan juga ketepatan dalam membuat program pelatihan sesuai dengan kebutuhan. Selain terkait dengan kebutuhan kompetensi tersebut maka identifikasi dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan tingkat rumah sakit, tingkat unit dan tingkat individu.

TUJUAN
o Memahami konsep dasar manajemen SDM khususnya tentang pendidikan dan pengembangan
o Memahami konsep
o Mampu melakukan identifikasi kebutuhan pelatihan baik tingkat rumah sakit, tingkat unit maupun tingkat individu
o Mampu merancang dan menyusun sebuah pelatihan internal
o Mampu melakukan evaluasi efektifitas pelatihan

MATERI
Materi yang akan disampaikan dalam pelatihan ini adalah:
1. Pendahuluan: Konsep Dasar Manajemen SDM
2. Jenis-jenis pelatihan
3. Standar kompetensi karyawan
4. Gap analisis
5. Identifikasi kebutuhan pelatihan tingkat rumah sakit
6. Identifikasi kebutuhan pelatihan tingkat unit
7. Identifikasi kebutuhan pelatihan tingkat individu
8. Evaluasi pelatihan
9. Workshop

PESERTA Pelatihan ini disarankan untuk diikuti oleh:
o Para Manager/kepala ruang
o Supervisor diklat/SDM
o Staf yang bertanggung jawab dalam pengelolaan pelatihan internal

INFORMASI PENDAFTARAN
DIISIKAN FORM BERIKUT :

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#
JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#
nama@email.com#02177788822

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Share
Share