Category Archives: Articles

TAX AUDIT – Yogyakarta

[S300]

15-18 / 22-24 Mei 2017
13-15 Juni 2017
04-05 / 18-20 Juli 2017
14-16 / 22-24 Agustus 2017
12-14 / 18-20 September 2017
04-06 / 17-19 Oktober 2017
14-16 / 28-30 Nopember 2017
13-15 / 27-29 Desember 2017

TEMPAT

Yogyakarta : Ibis Styles Dagen, Ibis Malioboro, Horison Ultima-Riss, Grand Tjokro, Novotel | Kuota Min. Peserta: 2 orang

available on Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Batam, Lombok and INHOUSE Request

INVESTASI

Yogyakarta Rp. 6.500.000,– Per Peserta
Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali dan Batam Rp. 7.500.000,- Per Peserta
*Termasuk : Modul Handout, Certificate, 2x Coffee Break/day, Lunch/day, Souvenir menarik, City Tour (based on request)

FASILITATOR

Professional Trainers

DESKRIPSI

Pemeriksaan pajak di Indonesia telah lama dirilis pemerintah dan akan segera dilaksanakan. Isu pemeriksaan pajak patut mendapat perhatian ekstra dari setiap Wajib Pajak. Seperti halnya informasi yang diberikan oleh Dirjen Pajak dalam Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor SE-11/PJ/2013, bahwa pemerintah telah merencanakan target penerimaan pajak dari kegiatan pemeriksaan secara nasional naik secara signifikan, dengan fokus pemeriksaan pada berbagai industry.
Rencana tersebut didukung dengan terbitnya beberapa peraturan baru seputar pemeriksaan pajak, seperti Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 17/PMK.03/2013 tentang Tata Cara Pemeriksaan dan nomor 18/PMK.03/2013 tentang Tata Cara Pemeriksaan Bukti Permulaan Tindak Pidana di Bidang Perpajakan. Menjadi sangat penting bagi Wajib Pajak, baik Badan maupun Pribadi, untuk memahami dan meng-update pengetahuan pajaknya karena peraturan baru itu tidak mudah dipahami sebagian besar wajib pajak. Tujuannya tidak lain agar Wajib Pajak dapat terhindar dari potensi risiko perpajakan yang lebih besar. Kegagalan dalam pemenuhan kewajiban pajak tidak hanya akan menggangu berjalannya bisnis, namun juga dapat menimbulkan kerugian materi maupun waktu. Selain itu diharapkan agar setiap Wajib Pajak dapat memanfaatkan hak-haknya secara maksimal sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Pelatihan ini akan memberikan pemahaman komprehensif dengan mengupas perkembangan serta perubahan krusial pada ketentuan pemeriksaan, permasalahan dan berbagai isu terkini terkait dengan pemeriksaan pajak, verifikasi pajak berdasarkan ketentuan terbaru, serta memberikan masukan positif kepada Wajib Pajak agar dapat meminimalisasi kerugian materi dengan tetap memenuhi kewajiban dan haknya sesuai peraturan yang terkini termasuk informasi tentang rencana dan strategi pemeriksaan DJP tahun 2013.

TRAINING OUTLINES
1. Perkembangan pemeriksaan pajak di Indonesia
2. Perubahan krusial ketentuan pemeriksaan pajak (KUP, PP-74/2011, PMK-17/2013)
3. Metode dan teknik pemeriksaan
4. New tax audit regulation (17/PMK.03/2013)
5. 18/PMK.03/2013 (tata cara pemeriksaan bukti permulaan tindak pidana perpajakan)
6. PMK-8/2013 (tata cara penghapusan atau pengurangan sanksi administrasi dan pengurangan atau pembatalan surat ketetapan pajak atau surat tagihan pajak )
7. PMK-9/2013 (tata cara pengajuan dan penyelesaian keberatan)
8. 146/pmk.03/2012 (tata cara verifikasi)
9. Rencana dan Strategi Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Tahun 2013
10. Strategi dan langkah antisipatif dalam menghadapi pemeriksaan pajak
11. Case Study dan tanya jawab

WHO SHOULD ATTEND?

Board of Management, Board of Commissioner, Finance Director, Tax Manager, Finance Manager, Finance & Tax Vice President, Lawyers, Tax Accountant, Finance & Tax Staff, Tax Consultant, Accounting Staff, dan semua pihak terkait.

INFORMASI PENDAFTARAN
ISIKAN FORM BERIKUT :

Pre-Registration (Pendaftaran Tidak Mengikat)
  1. (required / wajib diisi)
  2. (required / wajib diisi)
  3. Jenis Kelamin
  4. (valid email required / email yang valid dibutuhkan)
  5. (valid email required / email yang valid dibutuhkan)
  6. (required / wajib diisi)
  7. (required / wajib diisi)
  8. (required / wajib diisi)
  9. (required / wajib diisi)
 

atau

Ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL#TELP.KANTOR
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR TRAINING FINON#2Mei2011#ARIEF#Company#3#nama@email.com#02174709591



DAFTAR VIA WHATSAPP KLIK DISINI

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

#zigot #zigot_training

Share

Apa Hukum Makan Ketika Adzan Shubuh saat Berpuasa ?

Segala puji bagi Allah, Rabb pemberi berbagai nikmat. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Suatu hal yang membuat kami rancu adalah ketika mendengar hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang secara tekstual jika kami perhatikan menunjukkan masih bolehnya makan ketika adzan shubuh.

Hadits tersebut adalah hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا سَمِعَ أَحَدُكُمُ النِّدَاءَ وَالإِنَاءُ عَلَى يَدِهِ فَلاَ يَضَعْهُ حَتَّى يَقْضِىَ حَاجَتَهُ مِنْهُ

Jika salah seorang di antara kalian mendengar azan sedangkan sendok terakhir masih ada di tangannya, maka janganlah dia meletakkan sendok tersebut hingga dia menunaikan hajatnya hingga selesai.”[1]

Hadits ini seakan-akan bertentangan dengan ayat,

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS. Al Baqarah: 187). Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah Ta’ala membolehkan makan sampai terbitnya fajar shubuh saja, tidak boleh lagi setelah itu. Lantas bagaimanakah jalan memahami hadits yang telah disebutkan di atas?

Alhamdulillah, Allah memudahkan untuk mengkaji hal ini dengan melihat kalam ulama yang ada.

Berhenti Makan Ketika Adzan Shubuh

Para ulama menjelaskan bahwa barangsiapa yang yakin akan terbitnya fajar shodiq (tanda masuk waktu shalat shubuh), maka ia wajib imsak (menahan diri dari makan dan minum serta dari setiap pembatal). Jika dalam mulutnya ternyata masih ada makanan saat itu, ia harus memuntahkannya. Jika tidak, maka batallah puasanya.

Adapun jika seseorang tidak yakin akan munculnya fajar shodiq, maka ia masih boleh makan sampai ia yakin fajar shodiq itu muncul. Begitu pula ia masih boleh makan jika ia merasa bahwa muadzin biasa mengumandangkan sebelum waktunya. Atau ia juga masih boleh makan jika ia ragu adzan dikumandangkan tepat waktu atau sebelum waktunya. Kondisi semacam ini masih dibolehkan makan sampai ia yakin sudah muncul fajar shodiq, tanda masuk waktu shalat shubuh. Namun lebih baik, ia menahan diri dari makan jika hanya sekedar mendengar kumandang adzan. Demikian keterangan dari ulama Saudi Arabia, Syaikh Sholih Al Munajjid hafizhohullah.[2]

Pemahaman Hadits

Adapun pemahaman hadits Abu Hurairah di atas, kita dapat melihat dari dua kalam ulama berikut ini.

Pertama: Yahya bin Syarf An Nawawi rahimahullah.

Dalam Al Majmu’, An Nawawi menyebutkan,

“Kami katakan bahwa jika fajar terbit sedangkan makanan masih ada di mulut, maka hendaklah dimuntahkan dan ia boleh teruskan puasanya. Jika ia tetap menelannya padahal ia yakin telah masuk fajar, maka batallah puasanya. Permasalah ini sama sekali tidak ada perselisihan pendapat di antara para ulama. Dalil dalam masalah ini adalah hadits Ibnu ‘Umar dan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhum bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ بِلالا يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ ، فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُؤَذِّنَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ

Sungguh Bilal mengumandangkan adzan di malam hari. Tetaplah kalian makan dan minum sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan adzan.” (HR. Bukhari dan Muslim. Dalam kitab Shahih terdapat beberapa hadits lainnya yang semakna)

Adapun hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إِذَا سَمِعَ أَحَدُكُمْ النِّدَاءَ وَالإِنَاءُ عَلَى يَدِهِ فَلا يَضَعْهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ مِنْهُ

Jika salah seorang di antara kalian mendengar adzan sedangkan bejana (sendok, pen) ada di tangan kalian, maka janganlah ia letakkan hingga ia menunaikan hajatnya.” Dalam riwayat lain disebutkan,

وكان المؤذن يؤذن إذا بزغ الفجر

Sampai muadzin mengumandangkan adzan ketika terbit fajar.” Al Hakim Abu ‘Abdillah meriwayatkan riwayat yang pertama. Al Hakim katakan bahwa hadits ini shahih sesuai dengan syarat Muslim. Kedua riwayat tadi dikeluarkan pula oleh Al Baihaqi. Kemudian Al Baihaqi katakan, “Jika hadits tersebut shahih, maka mayoritas ulama memahaminya bahwa adzan yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah adzan sebelum terbit fajar shubuh, yaitu maksudnya ketika itu masih boleh minum karena waktu itu adalah beberapa saat sebelum masuk shubuh. Sedangkan maksud hadits “ketika terbit fajar” bisa dipahami bahwa hadits tersebut bukan perkataan Abu Hurairah, atau bisa jadi pula yang dimaksudkan adalah adzan kedua. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika salah seorang di antara kalian mendengar adzan sedangkan bejana (sendok, pen) ada di tangan kalian”, yang dimaksud adalah ketika mendengar adzan pertama. Dari sini jadilah ada kecocokan antara hadits Ibnu ‘Umar dan hadits ‘Aisyah.” Dari sini, sinkronlah antara hadits-hadits yang ada. Wabiilahit taufiq, wallahu a’lam.”[3]

Kedua: Ibnu Qayyim Al Jauziyah rahimahullah.

Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan dalam Tahdzib As Sunan mengenai beberapa salaf yang berpegang pada tekstual hadits Abu Hurairah “Jika salah seorang di antara kalian mendengar adzan sedangkan bejana (sendok, pen) ada di tangan kalian, maka janganlah ia letakkan hingga ia menunaikan hajatnya”. Dari sini mereka masih membolehkan makan dan minum ketika telah dikumandangkannya adzan shubuh. Kemudian Ibnul Qayyim menjelaskan, “Mayoritas ulama melarang makan sahur ketika telah terbit fajar. Inilah pendapat empat imam madzhab dan kebanyakan mayoritas pakar fiqih di berbagai negeri.”[4]

Catatan: Adzan saat shubuh di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu dua kali. Adzan pertama  untuk membangunkan shalat malam. Adzan pertama ini dikumandangkan sebelum waktu Shubuh. Adzan kedua sebagai tanda terbitnya fajar shubuh, artinya masuknya waktu Shubuh.

Pendukung dari Atsar Sahabat

Ada beberapa riwayat yang dibawakan oleh Ibnu Hazm rahimahullah.

ومن طريق الحسن: أن عمر بن الخطاب كان يقول: إذا شك الرجلان في الفجر فليأكلا حتى يستيقنا

Dari jalur Al Hasan, ‘Umar bin Al Khottob mengatakan, “Jika dua orang ragu-ragu mengenai masuknya waktu shubuh, maka makanlah hingga kalian yakin waktu shubuh telah masuk.”

ومن طريق ابن جريج عن عطاء بن أبى رباح عن ابن عباس قال: أحل الله الشراب ما شككت، يعنى في الفجر

Dari jalur Ibnu Juraij, dari ‘Atho’ bin Abi Robbah, dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Allah masih membolehkan untuk minum pada waktu fajar yang engkau masih ragu-ragu.”

وعن، وكيع عن عمارة بن زاذان عن مكحول الازدي قال: رأيت ابن عمر أخذ دلوا من زمزم وقال لرجلين: أطلع الفجر؟ قال أحدهما: قد طلع، وقال الآخر: لا، فشرب ابن عمر

Dari Waki’, dari ‘Amaroh bin Zadzan, dari Makhul Al Azdi, ia berkata, “Aku melihat Ibnu ‘Umar mengambil satu timba berisi air zam-zam, lalu beliau bertanya pada dua orang, “Apakah sudah terbit fajar shubuh?” Salah satunya menjawab, “Sudah terbit”. Yang lainnya menjawab, “Belum.” (Karena terbit fajarnya masih diragukan), akhirnya beliau tetap meminum air zam-zam tersebut.”[5]

Setelah Ibnu Hazm (Abu Muhammad) mengomentari hadits Abu Hurairah yang kita ingin pahami di awal tulisan ini lalu beliau membawakan beberapa atsar dalam masalah ini, sebelumnya beliau rahimahullah mengatakan,

هذا كله على أنه لم يكن يتبين لهم الفجر بعد، فبهذا تنفق السنن مع القرآن

“Riwayat yang ada menjelaskan bahwa (masih bolehnya makan dan minum) bagi orang yang belum yakin akan masuknya waktu Shubuh. Dari sini tidaklah ada pertentangan antara hadits yang ada dengan ayat Al Qur’an (yang hanya membolehkan makan sampai waktu Shubuh, pen).”[6]

Sikap Lebih Hati-Hati

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah ditanya, “Apa hukum Islam mengenai seseorang yang mendengar adzan Shubuh lantas ia masih terus makan dan minum?”

Jawab beliau, “Wajib bagi setiap mukmin untuk menahan diri dari segala pembatal puasa yaitu makan, minum dan lainnya ketika ia yakin telah masuk waktu shubuh. Ini berlaku bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa nadzar dan puasa dalam rangka menunaikan kafarot. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS. Al Baqarah: 187). Jika mendengar adzan shubuh dan ia yakin bahwa muadzin mengumandangkannya tepat waktu ketika terbit fajar, maka wajib baginya menahan diri dari makan. Namun jika muadzin mengumandangkan adzan sebelum terbit fajar, maka tidak wajib baginya menahan diri dari makan, ia masih diperbolehkan makan dan minum sampai ia yakin telah terbit fajar shubuh. Sedangkan jika ia tidak yakin apakah muadzin mengumandangkan adzan sebelum ataukah sesudah terbit fajar, dalam kondisi semacam ini lebih utama baginya untuk menahan diri dari makan dan minum jika ia mendengar adzar. Namun tidak mengapa jika ia masih minum atau makan sesuatu ketika adzan yang ia tidak tahu tepat waktu ataukah tidak, karena memang ia tidak tahu waktu pasti terbitnya fajar.

Sebagaimana sudah diketahui bahwa jika seseorang berada di suatu negeri yang sudah mendapat penerangan dengan cahaya listrik, maka ia pasti sulit melihat langsung terbitnya fajar shubuh. Ketika itu dalam rangka kehati-hatian, ia boleh saja menjadikan jadwal-jadwal shalat yang ada sebagai tanda masuknya waktu shubuh. Hal ini karena mengamalkan sabda Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tinggalkanlah hal yang meragukanmu. Berpeganglah pada hal yang tidak meragukanmu.” Begitu juga sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang selamat dari syubhat, maka selamatlah agama dan kehormatannya.” Wallahu waliyyut taufiq.”[7]

Syaikh Sholih Al Munajjid hafizhohullah mengatakan, “Tidak diragukan lagi bahwa kebanyakan muadzin saat ini berpegang pada jadwal-jadwal shalat yang ada, tanpa melihat terbitnya fajar secara langsung. Jika demikian, maka ini tidaklah dianggap sebagai terbit fajar yang yakin. Jika makan saat dikumandangkan adzan semacam itu, puasanya tetap sah. Karena ketika itu terbit fajar masih sangkaan (bukan yakin). Namun lebih hati-hatinya sudah berhenti makan ketika itu.”[8]

Demikian sajian singkat dari kami untuk meluruskan makna hadits di atas. Tulisan ini sebagai koreksi bagi diri kami pribadi yang telah salah paham mengenai maksud hadits tersebut. Semoga Allah memaafkan atas kelalaian dan kebodohan kami.

Semoga Allah senantiasa menambahkan pada kita sekalian ilmu yang bermanfaat. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.

Disusun di Panggang-Gunung Kidul, 20 Ramadhan 1431 H (30/08/2010)

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Muslim.Or.Id

Share

Benarkah Berbuka Puasa Dengan Yang manis ?

Dari Anas bin Malik ia berkata : “Adalah Rasulullah berbuka dengan Rutab (kurma yang lembek) sebelum shalat, jika tidak terdapat Rutab, maka beliau berbuka dengan Tamr (kurma kering), maka jika tidak ada kurma kering beliau meneguk air
.”(Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud)

Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam berkata : “Apabila berbuka salah satu kamu, maka hendaklah berbuka dengan kurma. Andaikan kamu tidak memperolehnya, maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu suci.”

Rasulullah berbuka dengan kurma. Kalau tidak mendapat kurma, beliau berbuka puasa dengan air. Samakah kurma dengan ` yang manis – manis ’ ? Tidak. Kurma, adalah karbohidrat kompleks (complex carbohydrate).

Sebaliknya, gula yang terdapat dalam makanan atau minuman yang manis – manis yang biasa kita konsumsi sebagai makanan berbuka puasa, adalah karbohidrat sederhana (simple carbohydrate).

Darimana asalnya sebuah kebiasaan berbuka dengan yang manis ? Tidak jelas. Malah berkembang jadi waham umum di masyarakat, seakan-akan berbuka puasa dengan makanan atau minuman yang manis adalah ’sunnah Nabi’. Sebenarnya tidak demikian. Bahkan sebenarnya berbuka puasa dengan makanan manis – manis yang penuh dengan gula (karbohidrat sederhana) justru merusak kesehatan.

Kurma, dalam kondisi asli, justru tidak terlalu manis . Kurma segar merupakan buah yang bernutrisi sangat tinggi tapi berkalori rendah, sehingga tidak menggemukkan (data di sini dan di sini). Tapi kurma yang didatangkan ke Indonesia dalam kemasan-kemasan di bulan Ramadhan sudah berupa `manisan kurma’, bukan lagi kurma segar. Manisan kurma ini justru ditambah kandungan gula yang berlipat-lipat kadarnya agar awet dalam perjalanan ekspornya. Sangat jarang kita menemukan kurma impor yang masih asli dan belum berupa manisan. Kalaupun ada, sangat mungkin harganya menjadi sangat mahal.

Kenapa berbuka puasa dengan yang manis justru merusak kesehatan?

Ketika berpuasa, kadar gula darah kita menurun. Kurma, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, adalah karbohidrat kompleks, bukan gula (karbohidrat sederhana). Karbohidrat kompleks, untuk menjadi glikogen, perlu diproses sehingga makan waktu. Sebaliknya, kalau makan yang manis – manis , kadar gula darah akan melonjak naik, langsung. Bum. Sangat tidak sehat. Kalau karbohidrat kompleks seperti kurma asli, naiknya pelan-pelan.

Mari kita bicara `indeks glikemik’ (glycemic index/GI) saja. Glycemic Index (GI) adalah laju perubahan makanan diubah menjadi gula dalam tubuh. Makin tinggi glikemik indeks dalam makanan, makin cepat makanan itu dirubah menjadi gula, dengan demikian tubuh makin cepat pula menghasilkan respons insulin.

Para praktisi fitness atau pengambil gaya hidup sehat, akan sangat menghindari makanan yang memiliki indeks glikemik yang tinggi. Sebisa mungkin mereka akan makan makanan yang indeks glikemiknya rendah.

Kenapa? Karena makin tinggi respons insulin tubuh, maka tubuh makin menimbun lemak. Penimbunan lemak tubuh adalah yang paling dihindari mereka.

Nah, kalau habis perut kosong seharian, lalu langsung dibanjiri dengan gula (makanan yang sangat-sangat tinggi indeks glikemiknya) , sehingga respon insulin dalam tubuh langsung melonjak. Dengan demikian, tubuh akan sangat cepat merespon untuk menimbun lemak.

Seorang sufi yang diberi Allah `ilm tentang urusan kesehatan jasad manusia mengatakan, bila berbuka puasa, jangan makan apa-apa dulu. Minum air putih segelas, lalu sholat maghrib. Setelah shalat, makan nasi seperti biasa. Jangan pernah makan yang manis – manis , karena merusak badan dan bikin penyakit. Kenapa bukan kurma? Sebab kemungkinan besar, kurma yang ada di Indonesia adalah `manisan kurma’, bukan kurma asli. Manisan kurma kandungan gulanya sudah jauh berlipat-lipat banyaknya.

Kenapa nasi? Nasi adalah karbohidrat kompleks. Perlu waktu untuk diproses dalam tubuh, sehingga respon insulin dalam tubuh juga tidak melonjak. Karena respon insulin tidak tinggi, maka kecenderungan tubuh untuk menabung lemak juga rendah.

Inilah sebabnya, banyak sekali orang di bulan puasa yang justru lemaknya bertambah di daerah-daerah penimbunan lemak: perut, pinggang, bokong, paha, belakang lengan, pipi, dan sebagainya. Itu karena langsung membanjiri tubuh dengan insulin, melalui makan yang manis – manis , sehingga tubuh menimbun lemak, padahal otot sedang mengecil karena puasa.

Pantas saja kalau badan kita di bulan Ramadhan malah makin terlihat seperti `buah pir’, penuh lemak di daerah pinggang. Karena waham umum masyarakat yang mengira bahwa berbuka dengan yang manis – manis adalah ’sunnah’, maka puasa bukannya malah menyehatkan kita. Banyak orang di bulan puasa justru menjadi lemas, mengantuk, atau justru tambah gemuk karena kebanyakan gula. Karena salah memahami hadits di atas, maka efeknya `rajin puasa = rajin berbuka dengan gula.’

Jadi, “berbukalah dengan yang manis – manis ” itu adalah kesimpulan yang terlalu tergesa-gesa atas hadits tentang berbuka diatas. Karena kurma rasanya manis , maka muncul anggapan bahwa (disunahkan) berbuka harus dengan yang manis – manis . Pada akhirnya kesimpulan ini menjadi waham dan memunculkan budaya berbuka puasa yang keliru di tengah masyarakat. Yang jelas, `berbukalah dengan yang manis ’ itu disosialisasikan oleh slogan advertising banyak sekali perusahaan makanan di bulan suci Ramadhan.

Semoga tidak termakan waham umum `berbukalah dengan yang manis ’. Atau lebih baik lagi, jangan mudah termakan waham umum tentang agama. Periksa dulu kebenarannya.

“Tidak ada satu wadah pun yang diisi oleh Bani Adam, lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah baginya beberapa suap untuk memperkokoh tulang belakangnya agar dapat tegak. Apabila tidak dapat dihindari, cukuplah sepertiga untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya yang bersumber dari Miqdam bin Ma’di Kasib)

Share

Review: Zyrex OneScribe ZA987

Zyrex OneScribe [EXCLUSIVE] Review: Zyrex OneScribe ZA987  smartphone review mobile gadget

Produsen komputer asli Indonesia, Zyrex, memberi kesempatan khusus pada YANGCANGGIH.COM untuk menjadi media pertama yang mengulas smartphone Android terbaru mereka, Zyrex OneScribe ZA987. Rencananya smartphone Android dengan layar 5 inci ini akan mulai dipasarkan pada awal Juli mendatang. Apakah pasar akan memberikan respons yang positif? Sebelum berandai-andai lebih jauh, mari kita simak review berikut ini.

DESAIN

Saat disambangi tim dari Zyrex, kami ditawarkan 2 warna yang bisa dipilih untuk diuji, hitam dan putih. Warna yang kedua lebih menarik perhatian saya meski yang hitam juga tidak jelek: karena secara sepintas desain dari OneScribe ZA987 memang mirip dengan Samsung GALAXY Note yang mengusung layar 5,3 inci.

Zyrex OneScribe ZA987 [EXCLUSIVE] Review: Zyrex OneScribe ZA987  smartphone review mobile gadget

Sebagai vendor lokal, “terinspirasi” dengan produk internasional seperti ini boleh-boleh saja namun dengan syarat: tidak 100% menjiplak dari segi desain dan kualitasnya harus sebanding. Dan nampaknya, Zyrex mampu memenuhi keduanya. Pertama dari segi desain. Pada bagian depan, kita akan menemukan lensa kamera dan sensor cahaya berbentuk memanjang pada Note di sebelah kanan earpiece. Sementara pada OneScribe ZA987 ada 3 instrumen yang bisa ditemukan: lensa kamera, lampu indikator LED (keduanya berbentuk bulat) serta sensor cahaya yang sedikit lonjong.

Sisanya, baik penempatan brand hingga tombol Beranda di tengah yang mengambil bentuk persegi panjang, terlihat sama. Meski begitu, tombol sensitif-sentuh pada OneScribe ZA987 yang terletak di kiri-kanan tombol Beranda memiliki ikon yang jelas meski layar dan lampu tombol dalam keadaan mati.

Beralih ke sisi atas, jika jack audio 3.5mm pada Note berada di posisi cenderung ke kanan, maka pada OneScribe ZA987 letak jack tersebut justru cenderung ke kiri. Selain itu, pada Note dapat kita temukan mikrofon untuk menciptakan suara stereo kiri, sementara pada OneScribe ZA987 tidak.

desain [EXCLUSIVE] Review: Zyrex OneScribe ZA987  smartphone review mobile gadget

Di sisi kanan Note, Anda dapat menemukan tombol daya atau Power, dan tombol akses volume di sisi kiri. Pada OneScribe ZA987, tombol-tombol tersebut diletakkan berbaris pada sisi sebelah kanan smartphone; sementara di sisi kirinya polos. Anda bahkan bisa memosisikan OneScribe ZA987 dalam keadaan berdiri dengan sisi polos tersebut.

Bagian bawah OneScribe ZA987 hanya terdiri dari port microUSB di tengah, serta mikrofon di ujung kanan. Sementara pada Note, selain port, di sebelah kananya terdapat mikrofon kanan dan lubang penyimpanan stylus berada di pojok bawah.

Terakhir, di bagian belakang Note, kamera berada di tengah dengan lampu kilat berada di sisi kanannya. Sementara pada OneScribe ZA987, lampu kilat tersebut diletakkan di sebelah kiri lensa. Letak kedua logo bisa dikatakan sama, termasuk speaker yang berbentuk 2 strip di sisi kiri bawah. Uniknya, motif lekukan di ujung kiri-kanan atas yang terdapat pada Note, juga ditiru oleh Zyrex, termasuk cekungan untuk membuka casing belakangnya yang bertekstur titik-titik menonjol.

desain 2 [EXCLUSIVE] Review: Zyrex OneScribe ZA987  smartphone review mobile gadget

Kedua adalah kualitas bahan pembangun. Untuk Note tidak perlu kita bahas lebih jauh lagi, karena vendor sebesar Samsung pasti memberikan yang terbaik pada produknya. Nah, bagaimana dengan Zyrex? Kesan pertama menggenggamnya adalah, smartphone Indonesia ini tidak terasa maupun terlihat murahan. Bahkan seorang kawan saya yang menggunakan Samsung GALAXY Ace menebak angka 5 juta rupiah ketika saya tanya berapa kira-kira harga Zyrex setelah ia memegangnya.

Pada versi prototipe yang saya gunakan, kekurangan ada pada casing belakang yang susah dirapatkan dengan sempurna. Semoga saja hal ini tidak kita temukan di versi rilisnya.

FITUR

fitur 1 [EXCLUSIVE] Review: Zyrex OneScribe ZA987  smartphone review mobile gadget

Nyatanya, Android 4.0.3 ICS yang dibenamkan pada Zyrex OneScribe ZA987 mampu berjalan dengan optimal. Terdapat 5 halaman Beranda yang bisa Anda maksimalkan dengan berbagai pintasan (shortcut) aplikasi maupun berbagai widget yang bisa ditemukan di menu utama. Terdapat sebuah shortcut bar di sisi bawah layar yang bisa diatur dengan fitur-fitur favorit hanya dengan langkah mudah seperti biasa, sentuh-tahan-pindahkan.

Jika pada Home screen (Beranda), Anda menyentuh tombol Opsi (sensitive-touch button kiri), maka akan keluar pilihan untuk mengatur wallpaper, mengelola aplikasi, atau setelan sistem. Sementara itu pada notification bar di bagian layar atas, ada 3 bagian pintasan pengaturan yang dapat ditemui yakni pengaturan layar di halaman pertama (Kecerahan, Batas waktu & Rotasi otomatis), pengaturan konektivitas di halaman tengah (Wi-Fi, Bluetooth, GPS, Sambungan data (seluler) dan Mode pesawat), serta pengaturan profil telepon di halaman berikutnya yakni Umum, Diam, Rapat atau Luar Ruangan. Akses cepat ke setelan sistem juga bisa ditemui di sini.

Masuk ke menu utama, ada 2 klasifikasi yang diberikan yakni APPS dan WIDGET; serta sebuah pintasan (shortcut) untuk berkunjung ke Google Play Store di pojok kanan atas. Anda bisa dengan cepat menghapus (uninstall) aplikasi yang sudah tidak dibutuhkan dengan cara menyentuh-tahan ikon aplikasi, lalu Anda akan dibawa ke Beranda dan akan muncul opsi “Copot Pemasangan” (Uninstall) dan “Info Aplikasi”, selain Anda bisa meletakkan pintasan di Beranda, tentunya.

fitur 2 [EXCLUSIVE] Review: Zyrex OneScribe ZA987  smartphone review mobile gadget

Meski tak banyak fitur yang disertakan pada Zyrex OneScribe ZA987 ini, namun beberapa fitur yang saya temukan cukup menarik untuk dibahas. Pertama adalah kemampuan fast booting perangkat ini. Jika Anda mematikan OneScribe ZA987 tanpa melepas baterai, waktu yang dibutuhkan untuk menyala hanya sekitar 6 detik; sementara jika Anda melepas baterai, dalam waktu sekitar 30 detik maka halaman kunci layar (lock screen) sudah dapat diakses. Ini tentu harus diapresiasi meski OneScribe ZA987 hanya mengadopsi prosesor single core berkecepatan 1GHz.

Kedua adalah hadirnya dua slot SIM GSM/GSM, yang sama-sama dapat digunakan untuk terkoneksi ke dunia maya dengan jaringan HSDPA. Mengatur kedua kartu SIM ini juga tergolong mudah dan Anda bisa menentukan mana yang menjadi kartu utama atau mana yang akan digunakan untuk mengakses data.

Pernahkah Anda menelepon dengan smartphone Android dan kesulitan ketika harus mengakhiri panggilan, karena layar mati sementara tombol tutup panggilan tidak tersedia? Menyalakan layar dengan menekan tombol Beranda tentu bukan solusi. Nah, OneScribe ZA987 memiliki keunggulan ketiga di poin ini: sensor cahayanya akan memberi perintah kepada layar untuk mati saat Anda mendekatkan smartphone ke telinga, dan menyalakannya kembali saat Anda menjauhkannya dari telinga untuk mengakhiri panggilan (atau mengakses fitur yang dibutuhkan pada saat aktivitas telepon masih berlangsung).

Ada juga fasilitas Android 4.0 Ice Cream Sandwich yang memungkinkan Anda untuk mengakses ke pesan penolakan telepon jika sedang berhalangan atau memang tidak mau menjawab panggilan, baik dengan pesan standar yang sudah disediakan Google atau pesan yang Anda buat sendiri. Caranya, ketika ada telepon masuk, geser lingkaran ke atas dan beberapa pilihan pesan pun akan muncul. Tinggal pilih pesan mana yang ingin dikirimkan.

fitur 4 [EXCLUSIVE] Review: Zyrex OneScribe ZA987  smartphone review mobile gadget

Sementara di sektor multimedia, pemutar musik di OneScribe ZA987 menghadirkan pengaturan lanjut yang lengkap, termasuk keseimbangan suara yang bisa diatur manual. Ketika saya mencoba lagu Sunny milik Bunga Citra Lestari, efek perubahan yang dihasilkan sangat terasa. Artinya, fungsi-fungsi yang disertakan tidak hanya sekedar “asal ada”, dengan catatan Anda mendengarkan dengan earphone. Bahkan Anda bisa ikut bernyanyi dengan tersedianya kolom lirik, asal Anda menyertakan file yang sesuai. Sayangnya, keluaran suara speaker OneScribe ZA987 tergolong kurang powerful.

PERFORMA

Saya cukup penasaran untuk melakukan benchmarking pada Zyrex OneScribe ZA987. Apakah Zyrex cukup handal untuk bersaing dengan merek global?

Untuk Quadrant, OneScribe ZA987 mendapat poin CPU 2391, Memori 2827, I/O 4639, 2D 529 dan 3D 1790 dengan total 2435. Jumlah tersebut menempatkannya di urutan ketujuh, di atas HTC HD dan Samsung Nexus S. Sementara AnTuTu memberikan total poin 3535 dengan kecepatan baca tulis kartu memori 17.8MBps/8.2MBps. Poin tersebut menempatkannya di posisi setingkat lebih baik dari Quadrant, yakni keenam di bawah HTC Evo 3D dan di atas Google Nexus S.

benchmark1 [EXCLUSIVE] Review: Zyrex OneScribe ZA987  smartphone review mobile gadget

Vellamo yang menguji kehandalan Zyrex OneScribe ZA987 dalam membuka berbagai konten multimedia di halaman web ini mendapat skor 1243 yang menempatkannya di posisi kelima dari 28 smartphone maupun tablet, yang bahkan mampu mengungguli 2 peringkat di atas Samsung GALAXY Note!

Beralih ke layar, dengan resolusi 480×800 piksel serta kedalaman (dpi-deep per inch) 240×240, Zyrex OneScribe ZA987 yang menggunakan GPU dari pabrikan Imagination Technologies ini mampu membaca dan merespons 5 sentuhan dalam waktu bersamaan. Terasa ‘match’ dengan ukuran layarnya. Serta, mengakses tombol-tombol di virtual keyboard-nya terasa sangat nyaman meski digunakan untuk mengetik cepat.

Sekarang masuk ke sektor kamera. Dengan banderol harga di bawah Rp.3 juta, kamera 8MP yang dibawanya terasa “wah” secara resolusi. Namun bagaimana dengan hasilnya? Jika dinilai secara keseluruhan, hasil yang diperoleh tergolong lumayan untuk di tempat berlimpah cahaya, namun tidak di keremangan. Meski sudah disertakan lampu kilat, daya pancar cahayanya terlihat sangat lemah sehingga obyek harus benar-benar berdekatan dengan lensa agar dapat terjangkau. Penerjemahan warna juga sering gagal, seperti pada rok mini jeans pada model maupun air yang berwarna biru, kadang terlihat hijau.

Luar ruang normalLuar ruang HDR

7448121574 233ff5f6ff z [EXCLUSIVE] Review: Zyrex OneScribe ZA987  smartphone review mobile gadget

Panorama

Sementara di sektor video, rekaman yang dihasilkan kurang smooth. Mungkin tak sampai 25fps sehingga gerakan yang agak cepat akan menghasilkan gambar blur. Audio yang dihasilkan juga tidak jernih. Saya juga tidak dapat menemukan pilihan resolusi.

Yang menarik, selain pengaturan standar seperti white balance dan efek, Anda juga dapat memanfaatkan Time Lapse yang akan mengambil rekaman gambar dengan interval waktu tertentu yang dapat dipilih: 1, 1.5, 2, 2.5, 3, 5 dan 10 detik. Fitur ini biasanya digunakan untuk mengambil video perubahan waktu dengan cepat, dari siang ke malam misalnya. Hasil video OneScribe ZA987 bisa Anda saksikan berikut ini.

Beralih ke performa internet, seperti pada hasil benchmark, OneScribe ZA987 mampu membuka berbagai macam laman dengan lancar. Sayangnya ketika saya mencoba untuk menonton TV Live Streaming di MivoTV, situs gagal terbuka dengan penuh. OneScribe juga menyertakan fitur video yang meski harus digunakan bersama earphone sebagai antena, namun Anda juga tetap “mendengarkannya” tanpa mencolokkan earphone meski hanya suara kemresek. Siaran yang sedang Anda dengar juga dapat direkam. Sementara daya tahan baterai tergolong awet, karena dengan layar 5 inci dan 2 kartu aktif dengan aktivitas cukup sering baik menelepon, SMS, internet dan kamera, OneScribe ZA987 mampu bertahan seharian.

KESIMPULAN

Zyrex OneScribe ZA987 sangat layak diperhitungkan bila Anda mengidamkan smartphone dengan layar yang lebih besar dari kebanyakan smartphone. Untuk konsep layar ekstra besar ini, memang mirip seperti Samsung GALAXY Note, namun dengan harga yang lebih terjangkau. Meskipun masih tergolong baru di dunia smartphone Indonesia, Zyrex OneScribe ZA987 ini dapat diandalkan dalam hal kualitas maupun performa. Beberapa kekurangan pada produk yang saya uji, terbatas pada layar yang kurang tajam, performa kamera serta speaker yang masih bisa ditingkatkan. Selebihnya bisa dimaklumi mengingat ini masih merupakan prototipe sebelum diluncurkan awal Juli mendatang.

Yang mengagumkan adalah harganya. Zyrex rencananya akan memasarkannya dengan harga Rp 2,499,000. Harga yang menarik ditunjang spesifikasi dan kemampuan yang baik pula. Pendeknya, Zyrex OneScribe ZA987 patut menjadi pertimbangan bagi Anda yang menginginkan smartphone dengan layar berukuran besar, performa cepat, tapi dengan harga yang terjangkau.

kesimpulan1 [EXCLUSIVE] Review: Zyrex OneScribe ZA987  smartphone review mobile gadget

Pros:
(+) Desain menarik
(+) Baterai cukup awet
(+) Kamera 8MP, HDR, Panorama
(+) OS Android ICS
(+) Fast boot
(+) Dual SIM card
(+) Harga terjangkau
(+) Fitur pemutar lagu lengkap

Cons:
(-) Layar kurang tajam
(-) Hasil kamera masih terlihat “khas” ponsel lokal
(-) Lampu kilat kamera hanya sebagai pelengkap
(-) Suara speaker eksternal kurang bertenaga

Sumber : http://www.yangcanggih.com/2012/06/27/exclusive-review-zyrex-onescribe-za987/

Share
Share