ABC Industrial Relations Dan Langkah Bijak Membangun Hubungan Industrial Yang Produktif Di Perusahaan

[S003]

WAKTU
30-31 Januari 2012
29-30 Mei 2012
24-25 Oktober 2012
18-19 Desember 2012

TEMPAT

Harris Hotel Tebet / Aryaduta Hotel Semanggi

INVESTASI

Rp 3.350.000,- (Full Fare)

: : Early Bird Rp 3.100.000 untuk pembayaran sebelum H-7 : :
: : Untuk pendaftaran Group sebesar Rp 6.500.000 untuk pendaftaran 2 orang peserta : :

INSTRUKTUR

SAIFUDIN BACHRUN
Saifudin Bachrun got academic for Chemical Analysis of Department of Industry Republic of Indonesia Bogor. He also graduated from Institute of Industrial Management Department of Industry Republic of Indonesia. He also one of founder of Indonesian Industrial Relation Association.

Mr. Saifudin has more 25 years experience in Personnel Management, Human Resources Department and Industrial Relations area. Working in various positions with multinational companies such as: PT. Amoco Mitsui, PT.MATTEL Indonesia, PT.CABOT Indonesia, PT. Maxus Southeast Sumatra, oil company as Head of HR Planning and Development.

He received many reward from companies such as: Mattell Inc. CEO (Head Quarter at El Segundo, California, USA) on Crisis Management, the Best Cabot Worldwide Employee Role Model from Cabot CEO, Boston, USA.

DESKRIPSI

Peraturan Pemerintah dibidang ketenagakerjaan dari waktu ke waktu terus dikeluarkan sesui dengan tuntutan keadaan. Adanya peraturan pemerintah yang selalu diperbaiki keadaan ketenaga-kerjaan di Indonesia akan bertambah baik dalam arti adanya kejelasan dan kepastian hukum. Sebaliknya dengan dikeluarkannya kebijakan aturan normatif yang tidak jelas dapat menimbulkan multi tafsir, baik oleh Pengusaha maupun Pekerja, dan dapat menimbulkan potensi konflik antara pengusaha dan pekerja.

Perkembangan Hubungan Industrial dewasa ini banyak tantangannya. Perubahan keadaan karena globalisasi, reformasi yang meliputi kebebasan berserikat, pelaksanaan HAM, supremasi hukum, otonomi daerah, penerapan standar ketenagakerjaan internasional, infra struktur dan iklim investasi, ikut mengubah pola hubungan industrial, khususnya perubahan perilaku dan sikap yang menyangkut banyak aspek seperti sosial, budaya, ekonomi, politik dan upaya peningkatan kesejahteraan.

Menghadapi kenyataan ini, para praktisi Hubungan Industrial dituntut untuk lebih sinergis dan cepat beradaptasi dengan kondisi nasional dan lingkungan dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, untuk menciptakan adanya Hubungan Industrial yang kondusif untuk peningkatan produktivitas perusahaan.

Pertanyaan selanjutnya bagaimana hal tersebud dapat diwujudkan? Kecakapan para pelaku sangat menentukan.

Outline :

* Stake holders perusahaan
* Peran dan fungsi Personnel /HR: Support, Service, Advice, dan Control
* Type dari Industri
* Management cycle dan HR
* Strategic Planning untuk Industrial Relations/ Hubungan Industrial
* Alat dari Hubungan Industrial
* Undang-undang No. 21/ 2000, 13/ 2003, 4/2004 dan Peraturan Pemerintah
* Hubungan Kerja
* Outsourcing
* Prosedur Keluh kesah
* Tidakan disiplin
* PHK dan jenis perselisihan
* Pengaruh Kompensasi terhadap Hubungan Industrial
* Badan Kerjasama bipartite
* Peraturan Perusahaan dan Perjanjian Kerja Bersama
* Employee Communication
* Serikat Buruh/Pekerja: bermanfaat atau merepotkan Perusahaan? Bagaimana Apindo dan Peran Depnaker/Disnaker?
* Menyusun Sarana untuk membangun Hubungan Industrial yang baik beserta KPInya
* Keranjang Issues dan Concerns dalam hubungan Industrial

INFORMASI PENDAFTARAN

– Silahkan isi form dibawah ini jika anda ingin mendaftar :

atau ketik SMS dengan format :
DAFTAR<spasi>
JUDULTRAINING#TGLTRAINING#NAMA#PERUSAHAAN#JMLHPESERTA#EMAIL
-kirim ke 085286451074

Contoh :
DAFTAR COALMINING#27April2011#ARIEF#IS21#3#ariefbills@gmail.com

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Share

Comments are closed.

Post Navigation

Share